Pendiri Demokrat: Hentikan klaim aklamasi sebelum kongres dimulai

Jumat, 13 Maret 2015 16:24 Reporter : Mohammad Yudha Prasetya
Pendiri Demokrat: Hentikan klaim aklamasi sebelum kongres dimulai Pendiri Demokrat. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat, mengadakan konferensi pers mengenai rencana Silaturahmi Nasional (Silatnas), yang akan diadakan di Jakarta pada 17-19 April 2015 mendatang. Silatnas ini merupakan gerbang pembuka bagi Kongres Partai Demokrat yang akan diadakan tanggal 22 Mei 2015.

Ketua umum FKPD Vence Rumangkang mengatakan, pihaknya berharap dalam Silatnas dan Kongres tersebut, suasana demokratis benar-benar bisa tercipta. Pasalnya, Vence mengakui bahwa saat ini Partai Demokrat sedang mengalami krisis pemimpin, di mana tidak adanya tokoh besar yang bisa dijadikan garda depan partai.

"Kongres harus demokratis, karena Pak SBY mengajarkan kita demikian. Kita tuh lagi krisis pemimpin karena kita tidak punya pemimpin besar. Elit-elit sekarang kita ini pola pikirannya hanya 5 tahunan. Jadi harusnya cara berpikir mereka itu bukan hanya secara praktis saat ini, tapi juga menatap jauh ke depan," kata Vence di dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

Vence menegaskan, sebaiknya sejumlah pihak yang kerap mengeluarkan pernyataan bahwa SBY akan terpilih secara aklamasi, menghentikan sikapnya tersebut. Sebab, hal itu menurutnya akan menghilangkan makna demokratisasi itu sendiri, dalam kongres pemilihan ketua umum Partai Demokrat yang akan dilaksanakan nanti.

Dirinya juga mengaku, keberadaan FKPD Partai Demokrat dalam Silatnas dan Kongres nanti, tak lain hanya untuk mengawal dan menjaga, agar proses demokratisasi di internal Partai Demokrat bisa tetap berjalan.

"Di media kan ada yang mengatakan, bahwa yang terpilih harus SBY, sementara sebagian yang lain mengatakan tidak harus. Tetapi mesti dilihat juga apakah Pak SBY masih bersedia. Pokoknya siapapun yang akan terpilih dalam kongres nanti, apakah secara voting maupun aklamasi, biarkan hal itu jadi bagian demokrasi di dalam ruangan kongres, jangan dari sekarang sudah ditentukan akan aklamasi," kata Vence.

"Maka tugas kami di sini adalah untuk mengawal kongres ini dengan asas yang sama, yaitu cerdas, bersih, santun dan demokratis," katanya menambahkan. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini