Pemilih Jabar tradisional dan religius, siapa Cagub paling berpeluang?

Senin, 8 Januari 2018 12:20 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Pemilih Jabar tradisional dan religius, siapa Cagub paling berpeluang? penyandang tuna netra mengikuti pilkada. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pilgub Jawa Barat akan dimeriahkan oleh empat pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur. Empat poros telah mendapatkan tiket bertarung di Pilgub Jabar.

Golkar dan Demokrat mengusung, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. PDIP sendiri memajukan TB Hasanuddin dan Anton Charliyan.

Poros ketiga, PPP, PKB, NasDem dan Hanura mendukung Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum. Terakhir, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusulkan oleh koalisi Gerindra, PAN dan PKS.

dedi mulyadi dan deddy mizwar 2018 Merdeka.com/bram salam


Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Firman Manan mengatakan, dari tradisi kemenangan dua periode Ahmad Heryawan, paling tidak pemilih di Jawa Barat bisa dikategorikan menjadi dua kelompok. Pertama yakni kelompok tradisional dan kelompok religius.

"Pemilih tradisional cenderung memilih figur populer misalnya, 2008 ada Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf, kemudian 2013 ada Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, itu penting," kata Firman saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (8/1).

Sementara untuk kelompok religius, Jawa Barat salah satu wilayah yang pemilih muslimnya paling besar. Menurut Firman, sebagian pemilih muslim di Jawa Barat juga konservatif. Kalau dilihat dari sisi itu, pertama figur yang populer itu berpeluang.

PPP usung pasangan Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum 2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi


Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul dinilai memiliki popularitas yang paling unggul dibanding calon lainnya. Di posisi kedua ada Deddy Mizar dan Dedi Mulyadi. Nah yang memiliki pekerjaan rumah berat adalah pasangan Sudrajat-Syaikhu dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan jika dilihat dari sisi popularitas.

"Yang populer paling tidak sampai saat ini memang Emil-Uu dan kemudian Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi," kata Firman.

Sementara untuk karakteristik pemilih religius, Firman menjelaskan, hal ini tentu menjadi pekerjaan besar bagi TB Hasanuddin dan Anton Charliyan. Menurut dia, pasangan ini kurang merepresentasikan kalangan religius.

Partai Gerindra usung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai Cagub Jabar 2017 Merdeka./Arie Basuki


Selain itu, PDIP, kata dia, punya sejarah yang tidak mulus di Jawa Barat. Dalam pemilihan 2008 kalah, Pilgub Jabar 2013 PDIP juga kalah. Begitu juga saat Pilpres 2014, PDIP alami kekalahan.

"Salah satu problemnya, PDIP berjarak dengan Islam, sehingga sekarang dia maju dengan pasangan calon yang juga kurang merepresentasikan kelompok religius, itu bisa jadi problem bagi PDIP," kata Firman lagi.

Dari sisi ini, bagi Firman Manan, pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum kembali diumumkan. Menurut dia, sosok Uu Ruzhanul tak bisa dianggap enteng, apalagi politikus PPP itu menjabat sebagai bupati Tasikmalaya.

Pengumuman pasangan cagub dari PDIP 2018 Merdeka.com/Arie Basuki


Pak Uu itu mewakili basis masa tradisional daerah priayangan, cukup besar jumlah pemilihnya di Priayang barat dan timur, itu basis PPP. Kemudian Sudrajat-Syaikhu, bisa andalkan mesin partai, PKS memang partai Islam, tapi Islam yang modern, di perkotaan, kalau Islam yang tradisional itu PPP dan PKB," katanya.

Untuk kategori ini, Firman juga memberikan catatan kepada pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Memang Demiz, sapaan akrab Deddy Mizwar, mencitrakan figur religius. Tapi, pasangannya Dedi Mulyadi kerap diterpa isu miring karena tradisi-tradisi yang dilakukan saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

"Deddy Mizwar awalnya diicitrakan figur kelompok religius, tapi problemnya Dedi Mulyadi agak bermasalah dengan pemilih Islam konservatif karena praktik-praktik yang dianggap tidak sesuai, bisa jadi masalah bagi pasangan Demiz dan Dedi Mulyadi," katanya.

"Jadi kalau lihat dua karakter itu, pemilih tradisional dan pemilih religius, sampai sejauh ini keunggulan ada pada pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul," tutup Firman. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini