Pemecatan Anggota KPU Evi Novida Ginting Bukti yang Tak Profesional Perlu Diganti

Kamis, 19 Maret 2020 13:53 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Pemecatan Anggota KPU Evi Novida Ginting Bukti yang Tak Profesional Perlu Diganti Saleh Partaonan Daulay. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay meminta semua pihak menghormati keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memecat Evi Novida Ginting Manik sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut Saleh, keputusan itu merupakan upaya DKPP untuk menjamin pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan transparan.

Dia melihat, keputusan DKPP itu melalui proses pemeriksaan dengan tidak serta merta dijatuhkan. Dia meyakini proses pemeriksaan dan pengujian perkara sudah dilakukan DKPP sesuai dengan aturan.

"Putusan seperti ini mungkin adalah pilihan terakhir yang dimiliki DKPP. Demi menjamin terlaksananya pilkada-pilkada secara jurdil dan transparan, yang dinilai bersalah dan tidak profesional perlu diganti," kata Saleh, kepada merdeka.com, Kamis (19/3).

Hal yang menimpa Evi, tegas dia, juga akan menjadi cermin bagi para penyelenggara Pemilu lainnya. Mereka yang sekarang sedang bertugas di pusat, provinsi, dan kabupaten harus meningkatkan kinerjanya. Sebab, mereka diawasi dan dicermati oleh masyarakat.

Terkait pola rekrutmen, dia meyakini sudah berjalan dengan baik. Sebagaimana diketahui DPR lah yang meloloskan para Komisioner KPU.

Saleh menilai secara prosedural, rekrutmen komisioner KPU sudah benar. Kalaupun ada masalah setelahnya, kata dia, kemungkinan itu bukan pada aspek rekrutmennya. Bisa dikatakan lebih pada pribadi yang bersangkutan.

"Yang direkrut itu kan hampir semuanya yang sudah punya pengalaman. Punya pengalaman di provinsi atau di lembaga kepemiluan tingkat nasional. Artinya, kapasitas mereka sudah tidak diragukan lagi. Kalau ada penyimpangan, itu lebih pada tanggung jawab individual," urai dia.

Dia pun meyakini, masalah yang terjadi di tubuh KPU tidak akan berdampak pada legitimasi etis terpilihnya Joko Widodo-Ma'ruf Amin. "Saya tidak melihat ada kelompok masyarakat yang mempersoalkan hal itu. Karena pemilunya sudah usai, masyarakat justru sekarang sedang menunggu presiden/wapres terpilih menunaikan janjinya," ujar Saleh.

"Soal pemilu, masyarakat malah lebih berorientasi pada pemilu yang akan datang. Sangat jarang yang mau mengungkit yang sudah lewat," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Evi Novida Ginting Manik Dipecat...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. KPU
  3. DKPP
  4. Sidang DKPP
  5. Pemilu
  6. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini