Pembelaan Waketum Gerindra tuding PDIP PKI demi wibawa Prabowo

Jumat, 4 Agustus 2017 06:29 Reporter : Eko Prasetya
Pembelaan Waketum Gerindra tuding PDIP PKI demi wibawa Prabowo Prabowo Subianto. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono tak ambil pusing dengan langkah organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem), yang melaporkannya ke polisi. Laporan itu dibuat karena menganggap Arief telah melakukan pencemaran nama baik dengan menyamakan PDIP dengan PKI.

"Ya biar saja. Wong sudah saya klarifikasi dan meminta maaf serta menjelaskan bahwa PDIP Bukan PKI. PDIP itu partai berazaskan Pancasila dan memperjuangkan rakyat untuk kemakmuran," kata Arief.

Arief mengaku komunikasi dengan PDIP tetap baik setelah menyatakan permintaan maaf dan mengklarifikasi tuduhan tersebut. Dia juga mengaku pernah menjadi kader PDIP.

"Dari dulu hubungan saya dengan PDIP dan kadernya baik-baik saja. Dan Saya juga sudah ngobrol dengan Ketua Repdem Pak Masinton," katanya.

Selain itu, Arief mengklaim pernyataan itu karena ingin membela Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang dikritik terlalu berambisi menjadi Presiden oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Prabowo disebut berambisi jadi Presiden merupakan respons dari ucapannya yang menyebut ambang batas calon presiden atau presidential threshold sebesar 20-25 persen dalam UU Pemilu sebagai lelucon politik yang membohongi rakyat.

"Sanksi apa wong saya bela ketua umum saya yang dikritik dianggap berambisi Jadi Presiden kok. Siapa pun yang mengkritik ucapan ketua umum dianggap tidak benar pasti akan saya lawan dan saya hadapi," sambungnya.

Arief menegaskan, kritik Hasto kepada Prabowo salah besar. Menurutnya, Prabowo menilai penerapan ambang batas Presiden itu melanggar konstitusi. Oleh karena itu, Arief mengaku membalas kritikan Hasto dengan tudingan PDIP sama dengan PKI.

"Tetapi lebih ke masalah pelanggaran konstitusi dengan UU Pemilih Pilpres Presidential Threshold 20% yang menggunakan acuan suara dan Kursi Partai di DPR Hasil Pemilu 2014," tegasnya.

Prabowo, kata dia, juga telah menghubunginya setelah tudingan kepada PDIP menjadi polemik. Dia menuturkan, Prabowo berpesan agar dirinya meluruskan masalah tersebut agar tidak mengganggu hubungan Gerindra dengan PDIP.

"Dia bilang tolong diluruskan. Tidak enak nanti hubungan dengan PDIP dan kita harus jaga hubungan dengan semua partai. Kamu jangan emosi kalau ada yang mengkritik saya, biar saya dikritik apa pun," ujar Arief.

Seusai dihubungi Prabowo, Arief menerjemahkan pesan mantan Danjen Kopassus itu dengan membuat surat permintaan maaf sekaligus klarifikasi atas tuduhan terhadap PDIP.

"Iya salah satu cara respons saya dari telepon Pak Prabowo pada saya," pungkas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tak masalah jika Arief Poyuono kembali ke pangkuan PDIP. Pernyataan itu dilontarkan Fadli setelah Arief menyinggung bahwa dia pernah menjadi kader PDIP.

"Tidak ada masalah, kita juga ada banyak dari kader-kader partai lain, dan kita itu banyak tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang. Jadi tidak hilang stok lah," kata Fadli.

Fadli kembali menuturkan, partainya menyesalkan ucapan Arief yang menyamakan PDIP dengan PKI. Menurutnya, ucapan Arief telah kelewat batas. Sebab selama ini Gerindra menganggap PDIP bukan sebagai musuh melainkan mitra dalam berdemokrasi.

"Kita menyesalkan pernyataan itu karena sudah crossing the line, kita enggak mau menjatuhkan (PDIP), walaupun itu kompetitor tetapi di sisi lain itu adalah mitra dalam demokrasi," tegasnya.

Fadli mengingatkan, Arief harus bertanggungjawab karena ucapannya itu. Fadli juga kembali menegaskan, pernyataan Arief itu bukan sikap resmi partai. "Terserah bersangkutan (Arief), harus ada pertanggungjawaban. Jadi itu bukan sikap partai," tambahnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini