Pembahasan Menteri dari PAN Dinilai akan Sulit Jika Nama yang Diajukan Bukan Zulhas

Selasa, 14 September 2021 16:19 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Pembahasan Menteri dari PAN Dinilai akan Sulit Jika Nama yang Diajukan Bukan Zulhas Zulkifli Hasan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai bahwa istana lebih menginginkan Ketum PAN Zulkifli Hasan ketimbang kader lain untuk menjadi menteri. Menurutnya, menjadi titik buntu jika bukan Zulkifli Hasan yang jadi menteri dalam dinamika isu reshuffle ini.

"Saya melihat sejauh ini pemerintah maunya Pak Zul yang masuk begitu, dan kalau bukan Pak Zul kelihatannya sulit, menjadi kuldesak, titik buntu. Karena pemerintah maunya Pak Zul yang masuk," katanya lewat pesan suara, Selasa (14/9).

"Tapi Pak Zul menyodorkan nama lain ini yang membuat mengapa kemudian reshuffle dan masuknya PAN tertunda-tunda terus," tambah dia.

Menurutnya, Zulkifli Hasan cocok menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Sebab, Zulhas termasuk senior karena pernah menjadi menteri dan mewakili Muhammadiyah.

"Karena beliau ini pernah jadi menteri kehutanan, kemudian pernah jadi ketua MPR maka kemungkinan polisi di kabinet itu posisi senior, posisi senior itu kalau di tradisi politik Indonesia, posisi Menko. Dari posisi Menko yang ada punya titik temu, istilahnya tukar guling posisi Menko Kesra," tuturnya.

"Karena Pak Zul selain PAN itu punya warna Muhammadiyah dan Pak Menko kesra yang sekarang Pak Muhadjir masuk sebagai representasi "Muhammadiyah", ucapnya.

Sedangkan, bila nama lain selain Zulhas yang masuk kabinet maka posisinya bisa bervariasi. Dia bilang, nama-nama yang beredar selain Zulhas adalah Sekjen PAN Eddy Soeparno dan petinggi PAN Soetrisno Bachir.

"Kalau Mas Soetrisno Bachir dengan latar belakang beliau sebagai pengusaha kemudian pernah di lembaga KEIN maka kemungkinan portofolinya kemungkinan berkaitan dengan masalah-masalah ekonomi," ucapnya.

Lebih lanjut, Qodari belum tahu pasti apakah Zulhas sudah benar-benar mau mengisi posisi menteri. Mestinya, dengan kehadiran Zulhas di Istana dengan para Ketum parpol pendukung Jokowi menjadi sinyal bahwa ia akan masuk di kabinet.

"Saya tidak tahu kehadiran pak Zul ini mengubah kuldesak yang terjadi selama ini, apakah berarti Pak Zul sudah bersedia masuk kabinet atau tidak itu menarik kita lihat dalam reshuffle atau perubahan kabinet yang akan datang," kata dia.

"Harusnya dengan hadirnya Pak Zul di Istana kemarin menjadi sinyal bahwa Pak Zul sudah menerima dan masuk ke dalam kabinet mewakili PAN," tutupnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini