PDIP Tutup Pintu Koalisi, Presiden PKS akan Tetap Jalin Silaturahmi Politik

Rabu, 2 Juni 2021 14:02 Reporter : Ahda Bayhaqi
PDIP Tutup Pintu Koalisi, Presiden PKS akan Tetap Jalin Silaturahmi Politik PDIP Terima Rombongan PKS. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - PDIP menolak berkoalisi dengan PKS di Pemilu 2024. Hal itu diungkap Sekjen PDIP Hasto Krisityanto dalam sebuah diskusi pekan lalu.

Menanggapi hal itu, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menghormati penolakan koalisi oleh PDIP. Dia menyebut, PKS tidak masalah tidak berkoalisi dengan PDIP.

"Beberapa waktu yang lalu ada sikap partai tidak mau berkoalisi dengan PKS, silakan saja itu sikap politik," ujar Syaikhu dikutip Rabu (2/6).

PKS tetap membuka silahturahmi politik meski PDIP tidak ingin berkoalisi. Menurut Syaikhu, perlu membangun silahturahmi dengan berbagai elemen.

"PKS akan tetap bagaimana dengan jati dirinya, tapi tidak melepaskan silaturahim dengan berbagai elemen bangsa. Sehingga dengan itulah kita akan bisa InshaAllah membangun demokrasi yang lebih kokoh dan kuat di negeri kita tercinta Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, ia bilang, silahturahmi kebangsaan menjadikan politik semakin moderat. Semua pihak bisa menemukan titik temu. Apalagi, masih ada efek keterbelahan dari Pilpres 2019.

"Dengan silaturahim kebangsaan kita membangun titik temu dengan berbagai elemen bangsa dan menghormati berbagai perbedaan. Kalau ternyata dipertemukan-dipertemukan juga enggak memungkinkan, dan mungkin akhirnya menjadi sikap politik yang berbeda, ya ini kita tasamuh dan kita juga merasa hormat," kata Syaikhu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui sulit untuk koalisi dengan PKS dan Demokrat. Pertama, kesulitan koalisi dengan PKS sebab perbedaan ideologi.

"PDIP berbeda dengan PKS karena basis ideologinya berbeda. Sehingga sangat sulit untuk melakukan koalisi dengan PKS. Itu saya tegaskan sejak awal," kata Hasto dalam diskusi daring, Jumat (28/5).

Sementara, PDIP dan Demokrat memiliki basis dan DNA partai yang berbeda. Hasto bilang demikian karena tidak ingin dijodohkan dengan Demokrat lantaran karakter kedua partai yang berbeda.

"Dengan Demokrat berbeda, basisnya berbeda. (Demokrat) partai elektoral, kami adalah partai ideologi tapi juga bertumpu pada kekuatan massa. Sehingga kami tegaskan dari DNA-nya kami berbeda dengan Partai Demokrat. Ini tegas-tegas saja, supaya tidak ada juru nikah yang ingin mempertemukan tersebut. Karena beda karakternya, naturenya," ujar Hasto. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini