PDIP Tutup Pintu Koalisi, PKS akan Lebih Aktif Dialog dengan Partai Lain

Kamis, 3 Juni 2021 11:34 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
PDIP Tutup Pintu Koalisi, PKS akan Lebih Aktif Dialog dengan Partai Lain PDIP Terima Rombongan PKS. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera tak mempermasalahkan keputusan PDIP menutup pintu berkoalisi pada Pilpres 2024. PKS akan segera mencari mitra koalisi lain yang dianggap terbaik.

"Kami menghormati sikap masing-masing partai terkait apapun, termasuk Pilpres. Sebagaimana kamipun bisa memilih sikap yang kami anggap terbaik yang harus kami pilih," kata Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf kepada merdeka.com, Kamis (3/6).

Muzzammil mengatakan PKS akan segera membuka dialog dengan sejumlah partai, ormas dan tokoh masyarakat untuk menyerap aspirasi jelang Pilpres.

"PKS tidak akan pernah menutup diri untuk dialog kepada semua partai untuk mencari titik temu yang bisa dikerjasamakan untuk kebaikan publik. Karena masalah besar bangsa tidak bisa dipikul oleh satu kelompok saja," ujar dia.

"Maka PKS memilih untuk lebih aktif silaturahmi kepada berbagai partai, ormas dan tokoh masyarakat untuk mendapatkan masukan-masukan segar dan positif dari mereka semua," tutup Muzzammil.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui sulit untuk koalisi dengan PKS dan Demokrat. Pertama, kesulitan koalisi dengan PKS sebab perbedaan ideologi.

"PDIP berbeda dengan PKS karena basis ideologinya berbeda. Sehingga sangat sulit untuk melakukan koalisi dengan PKS. Itu saya tegaskan sejak awal," kata Hasto dalam diskusi daring, Jumat (28/5).

Sementara, PDIP dan Demokrat memiliki basis dan DNA partai yang berbeda. Hasto bilang demikian karena tidak ingin dijodohkan dengan Demokrat lantaran karakter kedua partai yang berbeda.

"Dengan Demokrat berbeda, basisnya berbeda. (Demokrat) partai elektoral, kami adalah partai ideologi tapi juga bertumpu pada kekuatan massa. Sehingga kami tegaskan dari DNA-nya kami berbeda dengan Partai Demokrat. Ini tegas-tegas saja, supaya tidak ada juru nikah yang ingin mempertemukan tersebut. Karena beda karakternya, naturenya," ujar Hasto. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini