PDIP tunggu lawan tanding Jokowi sebelum umumkan cawapres

Selasa, 24 April 2018 12:31 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
PDIP tunggu lawan tanding Jokowi sebelum umumkan cawapres Andreas Hugo Pareira. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menilai, belum waktunya untuk umumkan cawapres untuk Joko Widodo di Pilpres 2019. Sebab, saat ini belum diketahui siapa yang akan dilawan Jokowi tahun depan.

Andreas mengakui, banyak yang ingin mendapatkan posisi cawapres Jokowi. Tapi, sudah tentu yang akan dipilih nantinya hanya satu orang.

"Sehingga pertimbangan-pertimbangan pasti akan sangat objektif-rasional. Faktor kompetitor yang akan dihadapi tentu juga akan menjadi faktor yang akan dipertimbangkan," kata Andreas dalam pesan singkat, Selasa (24/4).

Hingga kini, baru ada nama Jokowi di Pilpres 2019 dengan didukung oleh PDIP, Golkar, NasDem, PPP dan Hanura. Sementara Prabowo masih mencari rekan koalisi, meski sudah hampir pasti bersama PKS. Sisanya, Demokrat, PAN, PKB belum menentukan capres.

Menurut Andreas, belum waktunya mengumumkan cawapres Jokowi. Saat ini, lebih baik fokus untuk mengamati geliat politik yang terjadi jelang pilpres.

"Nah, sampai sekarang belum kelihatan siapa yang akan jadi lawan tanding Jokowi. Jadi pasti tidak perlu hari-hari ini memutuskan cawapres. Ini waktu nya untuk memonitor dan mengevaluasi dinamika politik dan perubahan-perubahan yang terjadi," tutur anggota DPR RI ini.

Ihwal pernyataan SBY yang yakin akan lahir pemimpin baru, Andreas menilai hal itu sah saja. Tapi, kata dia menekankan, fakta pemimpin yang berkinerja baik patut dipertahankan.

"Kita bekerja dengan realita dan fakta bahwa pemimpin yang baik dan mempunyai kinerja baik patut dipertahankan. Hasil-hasil survei merupakan ekspresi keinginan rakyat mengindikasikan rakyat ingin agar Jokowi tetap memimpin negara ini 5 tahun ke depan," tegas Andreas.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sinyal akan membentuk poros baru untuk pilpres 2019. Di hadapan santri dan ulama Cilegon, presiden ke-6 RI ini mengatakan akan melahirkan pasangan capres-cawapres yang sesuai dengan keinginan rakyat.

"Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat," kata SBY di Cilegon, Jawa Barat, Minggu (22/4), dalam keterangan tertulis Partai Demokrat.

SBY mengatakan dia berjanji akan melahirkan seorang pemimpin baru. Meski dalam pidatonya tersebut, dia tidak menyebutkan nama calon pemimpin yang dimaksud.

"Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan rakyat banyak," imbuhnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini