PDIP tepis anggapan Jokowi pecah belah kemesraan PKS dan Gerindra

Kamis, 26 April 2018 14:00 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
PDIP tepis anggapan Jokowi pecah belah kemesraan PKS dan Gerindra Jokowi lepas ekspor Xpander. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Jokowi melakukan pertemuan tertutup dengan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyebut, pertemuan itu bukan untuk memecah belah kemesraan PKS dengan Gerindra.

"Orang-orang kelompok dan golongan yang menganggap pertemuan dengan pak Jokowi silaturahmi pak Jokowi dengan PKS dengan alumni 212 sebagai satu upaya-upaya memecah belah, justru mereka yang berpikir ingin memecah belah bangsa," kata Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4).

Lebih lanjut Basarah mengatakan, langkah Jokowi bersilaturahmi dengan PKS dan PA 212 sebagai upaya menjaga persatuan. Dia menepis tudingan Jokowi ingin mendapatkan simpati dari PKS dan PA 212 demi kemenangan di pemilihan presiden 2019.

"Justru sebaliknya keinginan baik pak Jokowi untuk bertemu dengan berbagai kalangan itu harus dipandang sebagai suatu upaya bagi pak Jokowi menjaga persatuan nasional, bukan justru sebaliknya. Apalagi dianggap sebagai kepentingan elektoral," tegasnya.

Basarah mengaku tidak tahu apakah ada tawaran dari Jokowi kepada PKS untuk bergabung dengan koalisi. Namun, pertemuan itu harus dipandang sebagai gambaran bahwa Jokowi tidak ada masalah dengan partai-partai oposisi.

"Tetapi mari kita lihat hal yang lebih besar bahwa pertemuan itu sendiri menggambarkan tidak ada masalah pak Jokowi dengan semua partai politik termasuk partai politik yang posisi politiknya tidak bersama-sama dengan partai koalisi pemerintah," klaimnya.

Pertemuan itu, kata Basarah, juga menandakan Jokowi adalah pemimpin yang merangkul semua elemen untuk bergotong royong membangun bangsa dan negara.

PDIP sendiri tak menutup diri bagi PKS untuk gabung koalisi pendukung Jokowi sepanjang punya cita-cita membangun politik kebangsaan sesuai dengan jalan konstitusi.

"Sepanjang PKS memiliki cita-cita politik yang sama untuk mewujudkan politik kebangsaan berdasarkan Pancasila tentu perjuangannya lewat jalan islam seperti yang menjadi garis ideologi PDI Perjuangan. Saya kira tidak ada masalah," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini