PDIP Tantang Gerindra Buktikan Politik Uang di Jawa Tengah

Selasa, 23 April 2019 17:43 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
PDIP Tantang Gerindra Buktikan Politik Uang di Jawa Tengah Hendrawan Supratikno. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - DPD Gerindra Jawa Tengah menemukan berbagai kecurangan di Pemilu 2019. Hal inilah yang diduga menjadi dasar Prabowo-Sandiaga kalah telak di wilayah yang disebut 'kandang banteng' itu.

Terkait hal itu, Ketua DPP PDIP yang juga Caleg di Jateng, Hendrawan Supratikno menantang agar tuduhan tersebut dibuktikan. Sebab, kalau benar sudah termasuk sebagai pelanggaran pemilu.

"Laporkan ke Panwas/Bawaslu disertai bukti-bukti. Yang berteriak banyak, yang menghardik sistem tidak sedikit," jelas Hendrawan kepada merdeka.com, Selasa (23/4).

Hendrawan menilai wajar apabila ada tuduhan dari kubu Prabowo itu. Sebab, tuduhan memang biasa dilakukan dari pihak yang kalah.

"Di mata yang kalah, semua jelek adanya. Di mata yang menang, semua indah rupa," tambah Hendrawan.

Anggota DPR RI ini tak khawatir apabila tuduhan tersebut diungkap ke publik. Hal ini baik demi berjalannya demokrasi yang jujur dan transparan.

"Biar aparat pengawas yang menilai," tegas dia.

Hendrawan menegaskan, Jawa Tengah merupakan kandang banteng. Sehingga bukan hal mudah masuk ke sana, meskipun sejak awal, Prabowo-Sandiaga sudah berkomitmen untuk menggempur wilayah tersebut.

"Jateng itu kandang banteng. Bila banteng terbangun, dia tak akan tidak lagi. Mereka segera ingat panggilan tugasnya dengan slogan biar gepeng tetep banteng," jelas Hendrawan.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro mengakui jagoannya 'babak belur' di wilayah yang biasa disebut kandang banteng tersebut. Namun, dia melihat sejumlah kejanggalan terjadi dalam proses pencoblosan pada 17 April lalu.

Sriyanto mengatakan, saat ini dirinya tengah mengumpulkan bukti-bukti kecurangan di Jawa Tengah. Saat ini tim tengah bekerja mengumpulkan hal tersebut untuk segera ditindaklanjuti.

"Termasuk dugaan money politics gila-gilaan. Ada juga seperti yang terjadi di Boyolali nyoblosi surat suara, kemudian yang lain ada rekapan salah entry data, tapi yang paling besar, tapi kami belum bisa menyimpulkan, banyak info adanya serangan fajar," jelas Sri kepada merdeka.com.

Dia melihat ada dugaan money politics yang sangat masif terjadi di Jawa Tengah. Dia tak menyebut angkanya, tapi menurutnya, politik uang yang dilakukan di Jateng tidak masuk akal.

"Hampir merata (terjadi politik uang), bukan kita cari kambing hitam, tapi fakta kami dapat seperti sangat masif terjadi. Itu istilahnya untuk memikirkan saja kami enggak mampu, baru kali ini selama pemilu terjadi yang seperti ini," terang Sri.

Terkait tuduhan tersebut, Sri menegaskan, pihaknya kini tengah mengumpulkan bukti-bukti adanya berbagai kecurangan. Bahkan, kata dia, caleg-caleg dari Partai Gerindra, tak mampu melawan money politics yang terjadi tersebut.

"Caleg kami tidak berdaya, akan kita dalami informasi itu," tutup dia. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini