PDIP soal isu foto Azwar Anas: Ya kan masih diduga

Jumat, 5 Januari 2018 15:35 Reporter : Intan Umbari Prihatin
PDIP soal isu foto Azwar Anas: Ya kan masih diduga Hasto Kristiyanto. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tidak mempersoalkan terkait beredarnya foto pria mirip bakal calon wakil Gubernur Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas. Foto yang diduga mirip Bupati Banyuwangi marak beredar di media sosial.

"Ya kan masih diduga. Kan foto itu dibuat. Saya berapa kali menerima masukan. Ketika dikonfirmasi Pak Anas, dia juga sering menerima foto tersebut. Dimungkinkan abad modern ini. Kita lihat Pak Gus Ipul dan Azwar Anas dalam prestasi dengan rakyat. Apakah betul itu dilakukan Anas?" Kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Jumat (5/1).

Dia menilai Anas adalah pemimpin yang baik. Hasto mengatakan persaingan semakin ketat dan banyak pihak yang melakukan segala cara untuk mendapatkan kemenangan.

"Maka kami lihat positif. Apapun yang namanya Pak Anas itu kepemimpinannya diterima masyarakat Bayuwangi sehingga diakui kepilih dua kali," kata Hasto.

PDIP, kata Hasto, tidak takut terkait elektabilitas Anas yang menurun lantaran foto yang beredar. Dia menegaskan partainya tetap mengusung Saifullah Yusuf- Abdullah Azwar Anas untuk bertarung di Pilgub Jawa Timur 2018.

"Kami mengusung bukan hanya elektabilitas. Kami mencari pemimpin, meskipun elektabilitasnya tidak tinggi. Kami tidak cari pemburu kekuasaan. Tidak," tegas Hasto.

Sebelumnya, Anas angkat suara terkait isu mundur tersebut. Dia menganggap ada proses pembunuhan karakter terkait polemik pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Termasuk, teror yang kerap diterima dirinya dan keluarga.

"Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat ketika saya menerapkan sejumlah kebijakan, seperti pelarangan pasar modern, memperjuangkan saham bagi rakyat di sektor pertambangan, dan sebagainya. Bahkan, saya dilaporkan melakukan kriminalisasi kebijakan karena kebijakan-kebijakan tersebut," kata Anas melalui keterangan tertulis, Jumat (5/1).

Selama menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, Anas mengaku ada pihak yang mencegahnya mengambil kebijakan tertentu. Namun, dia mengaku tak menghiraukan dan tetap bekerja sebagai orang nomor satu di Kabupaten Banyuwangi.

"Bahkan saya juga dikirimi macam-macam gambar di masa lalu untuk mencegah saya mengambil kebijakan-kebijakan tertentu. Tapi kan saya tetap lanjutkan apa yang baik bagi orang banyak," ujarnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini