PDIP Satu Pandangan dengan SBY Soal Pemilu 2019 Terburuk

Kamis, 12 Desember 2019 13:33 Reporter : Ahda Bayhaqi
PDIP Satu Pandangan dengan SBY Soal Pemilu 2019 Terburuk Wakil Sekretaris PDI Perjuangan Ahmad Basarah. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah sependapat dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam pidato refleksi akhir tahun, SBY, menyampaikan Pemilu 2019 terburuk dalam sejarah karena politik identitas yang berlebihan, sampai jatuh korban.

Basarah mengamini pernyataan SBY tersebut merujuk laporan Bawaslu. "Yang mana residu itu menyangkut maraknya politik identitas yang digunakan oleh berbagai pihak di dalam kontestasi pemilu kemarin. Saya kira pandangan Pak SBY dalam konteksnya kalo kita kaitkan dengan realitas yang terjadi sepanjang pemilu presiden kemarin," kata Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12).

Basarah sepakat Pemilu harus dievaluasi pelaksanaannya. Tetapi, terkait sistem pemerintahan tetap dilaksanakan secara langsung untuk memperkuat sistem presidensial.

"Hanya saja bagaimana esensi kedaulatan rakyat itu tidak ditumpangi oleh berbagai pihak untuk merusak prinsip-prinsip berbangsa dan bernegara kita. Saya kira ini bahan refleksi bagi kita semua," kata Basarah.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut tahun 2019 memberikan pengalaman berharga bagi Bangsa Indonesia. Yaitu tentang Pemilu serentak 2019. SBY menyoroti gelaran pemilu yang kental nuansa politik identitas. Bahkan cenderung berlebihan.

"Yang buruk, pertama kali dalam sejarah, pemilu kita diwarnai politik identitas yang melebihi takarannya. Juga pertama kali terjadi banyak korban jiwa, baik karena kekerasan maupun bukan," ujar SBY dalam pidato renungan akhir tahun di Jakarta Convention Center, Rabu (11/12).

SBY mengatakan, beruntungnya semua pihak terpanggil untuk kembali bersatu setelah terpolarisasi saat Pemilu. Terutama saat di ambang perpecahan dan benturan fisik. Dia bersyukur semua pihak terpanggil menahan diri dan menjaga keutuhan.

Presiden RI ke-6 ini meminta agar sistem penyelenggaraan pemilu saat ini dievaluasi. Tujuannya agar penyelenggaraan lebih baik di masa depan. Terutama untuk pemerintah, parlemen dan penyelenggara pemilu.

"Yang sudah baik kita pertahankan, yang belum baik kita perbaiki. Itulah harapan Partai Demokrat. Saya yakin itu pula harapan rakyat kita," ucapnya. [bal]

Baca juga:
Mahfud MD Harap Pemilu 2019 Buat Indeks Demokrasi Indonesia Naik
Politik Uang Dominasi Pelanggaran Pemilu 2019 di Jawa Barat
SBY Soroti Pemilu 2019: Pertama dalam Sejarah, Politik Identitas Melebihi Takaran
Airlangga Cerita Strategi Pulihkan Citra Golkar di Pemilu Karena Kader Kena OTT
KPU Solo Kosongkan 8.670 Kotak Suara Bekas Pemilu 2019

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini