PDIP nilai tindakan Sudrajat-Syaikhu di debat Pilgub Jabar provokatif & konyol

Selasa, 15 Mei 2018 15:13 Reporter : Sania Mashabi
Hendrawan Supratikno. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengaku heran dengan apa yang dilakukan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut tiga Sudrajat-Syaikhu (Asyik) yang membentangkan kaos #2019GantiPresiden dalam acara debat Pilgub Jabar, Senin (15/5) semalam. Menurut Hendrawan, semalam adalah forum pilkada dan bukan kampanye pilpres.

"Kami juga terkejut semalam. Mengapa pasangan ini bisa blunder sedemikian rupa, atau melakukan rekayasa provokatif-agitatif yang menyalahi kepatutan dan keadaban publik? Ini forum Pilkada, bukan kampanye Pilpres," kata Hendrawan saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/5).

"Sayang bila forum berharga seperti itu harus dibalut oleh tindakan yang konyol," sambungnya.

Anggota Komisi XI itu memaparkan, tidak selalu kemenangan dari salah satu calon di pilkada bisa mengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019. Karena, kata dia, dalam Pilgub Jawa Timur pada pasangan yang diusung oleh PDIP yakni Gus Ipul dan Puti Guntur juga didukung oleh Gerindra dan juga PKS.

"Di Jatim, Gerindra dan PKS mendukung calon kami (PKB-PDIP). Apakah ini berarti di Jatim nanti kalau paslon kami menang, terus otomatis mengusung tema ganti presiden. Ini absurd, aneh dan ganjil. Tidak logis," ungkapnya.

Hendrawan menilai, kejadian itu sebagai pertanda bahwa harus ada seleksi yang baik terkait proses pencalonan kelapa daerah dari setiap partai. Hal itu, tambahnya perlu dilakukan demi melahirkan kader atau pemimpin yang tidak sembarangan.

"Kita jadi prihatin terhadap proses seleksi calon-calon yang ada selama ini. Menyadari kemungkinan tersebut, kami membuka Sekolah Calon Kepala Daerah, Sekolah Partai, dan lain-lain, agar yang dihasilkan bukan kader karbitan," ucapnya.

Diketahui, dalam debat Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia (UI) sempat ricuh. Hal itu terjadi, closing statement pasangan nomor tiga yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) diakhiri dengan membentangkan kaus bertulisan 2018 Asyik menang 2019 Ganti Presiden.

Sontak hal itu membuat pendukung pasangan lain geram. Hal itu membuat pasangan nomor urut empat yaitu Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi terhalang untuk menyampaikan closing statement.

Melihat reaksi para pendukungnya itu, TB Hasanuddin pun angkat bicara. Dia berupaya menenangkan para pendukungnya yang ada dalam Balairung UI Depok.

"Sudah tenang. Kita selesaikan nanti. Jangan terpancing," kata TB Hasanuddin atau biasa disapa Kang Hasan, Senin (14/5). [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini