PDIP: Megawati Penggagas Awal BRIN ke Presiden Jokowi

Senin, 3 Mei 2021 10:50 Reporter : Ahda Bayhaqi
PDIP: Megawati Penggagas Awal BRIN ke Presiden Jokowi Jokowi dan Megawati bertemu di Istana Bogor. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). PDIP membela pengangkatan Megawati itu.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, Megawati sosok yang paling konsisten menyuarakan pentingnya ilmu dasar, riset dan inovasi. Megawati, kata Hasto, juga merupakan sosok yang penggagas awal yang mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk membentuk BRIN

"Ibu Megawati merupakan ketua umum Parpol yang paling konsisten menyuarakan pentingnya penguasaan ilnu-ilmu dasar, riset dan inovasi, dan terus memerjuangkan peningkatan anggaran peneltian 5% dari PDB," kata Hasto kepada wartawan, Senin (3/5).

"Beliau juga penggagas awal dari BRIN dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar BRIN hadir menjabarkan politik Indonesia Berdikari, dengan memfokuskan diri pada penelitian untuk manusia Indonesia, flora, fauna dan teknologi itu sendiri. Semua dibumikan bagi tanah air Indonesia," sambungnya.

Hasto menilai keputusan menempatkan Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN tepat. Hal itu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Dengan menempatkan BRIN guna mendorong kemajuan Indonesia, maka ketentuan peraturan-perundang-undangan yang menempatkan Ketua Dewan Pengarah BPIP ex officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, merupakan keputusan tepat," kata Hasto.

Hasto bilang, Megawati melanjutkan kepeloporan Bung Karno. Sebagai pendiri bangsa, Bung Karno dan Bung Hatta menetapkan konsep kemajuan Indonesia melalui pengetahuan dan teknologi. Pendiri bangsa kental tradisi sebagai pembelajar yang mengedepankan riset dan inovasi.

Salah satu contohnya adalah ketika Bung Karno menempatkan 600 doktor peneliti saat merancang Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

"Ilmu pengetahuan dan teknologi oleh Bung Karno selalu ditempatkan dalam konteks kemajuan dan kejayaan Indonesia Raya," kata Hasto. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini