PDIP: Lucu, 265 Juta Penduduk RI Punah Hanya Karena Prabowo-Sandiaga

Selasa, 18 Desember 2018 12:04 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
PDIP: Lucu, 265 Juta Penduduk RI Punah Hanya Karena Prabowo-Sandiaga Andreas Hugo Pareira. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira menyesalkan ucapan Capres Prabowo Subianto yang mengatakan Indonesia akan punah apabila Prabowo-Sandiaga kalah di Pilpres 2019. Prabowo diingatkan Negara Indonesia didirikan dengan tumpah darah dan air mata.

"Pernyataan seperti ini justru menjelaskan siapa orang dan seberapa kualitasnya," kata Andreas kepada merdeka.com, Selasa (18/12).

Andreas menilai, pernyataan Prabowo sangat lucu. Sebab, tak terbayangkan Indonesia dengan penduduk 265 juta hilang alias punah.

"Apa tidak aneh bahkan lucu bahwa sebuah negara besar yang bangun dengan perjuangan dengan darah dan airmata, dengan 265 juta penduduk akan punah hanya karena seorang Prabowo-Sandi," jelas Andreas.

Andreas pun mempertanyakan maksud dari pernyataan Prabowo tersebut. Tapi dia yakin, rakyat tak bisa ditakuti oleh ungkapan seperti yang dikatakan mantan Danjen Kopassus tersebut.

"Saya enggak mengerti apa maksud mereka. Tapi rakyat kita enggak bisa ditakut-takuti dengan cara-cara seperti ini," tutup Andreas.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyebut elite politik selama ini mengecewakan rakyat. Selama puluhan tahun, para elite telah membawa sistem pemerintahan ke arah yang salah.

Maka itu, dia mengaku akan berjuang untuk memenangkan Pilpres 2019. Prabowo menyebut Konferensi Nasional Gerindra sebagai titik sebelum memasuki medan laga untuk menyelamatkan negara Indonesia.

"Kita merasakan rakyat ingin perubahan. Rakyat ingin pemerintah bersih tak korupsi karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah, kalau kita kalah, negara ini bisa punah," kata Prabowo dalam pidatonya di Konferensi Nasional Gerindra di Sentul, Jawa Barat, Senin (17/12).

Menurutnya, hancurnya negara ini dikarenakan para elite politik Indonesia salah dalam menjalankan menjalankan sistem bernegara.

"Sudah terlalu lama elit yang berkuasa puluhan tahun, sudah terlalu lama mereka memberikan arah keliru, sistem yang salah. Saya katakan sistem ini kalau diteruskan akan mengakibatkan semakin lemah, makin miskondisi, tak berdaya bahkan bisa punah," tegasnya.

PKS Klarifikasi

Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alyuddin menjelaskan, yang dimaksud punah tidak berarti punah dalam arti Indonesia hilang sebagai sebuah peradaban, sebagaimana bangsa Indian.

"Punah yang dimaksud adalah hilangnya peran penting Indonesia sebagai sebuah negara-bangsa dalam kehidupan dan pergaulan di dunia internasional. Hal ini disebabkan karena lemahnya kepemimpinan," kata Suhud kepada merdeka.com, Selasa (18/12).

Suhud menilai, lemahnya kepemimpinan berdampak pada lemahnya kedaulatan bangsa. Baik kedaulatan batas wilayah, kedaulatan pangan, kedaulatan ekonomi, kedaulatan energi, hingga kedaulatan budaya Indonesia.

"Nah, Pak Prabowo mengkhawatirkan kondisi akan semakin memburuk jika tidak dilakukan pergantian kepemimpinan nasional melalui Pemilu 2019 mendatang," kata Suhud lagi.

Dia menjamin pasangan Prabowo-Sandi mampu menjawab kekhawatiran tersebut. Prabowo-Sandi berkomitmen memperkokoh peran penting Indonesia di kancah dunia.

"Pasangan Prabowo-Sandi memiliki program untuk mengembalikan kedaulatan Indonesia dan memperkokoh peran penting Indonesia dalam pergaulan internasional," tegas Suhud. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini