PDIP batasi caleg keluarga maksimal dua orang

Reporter : Laurencius Simanjuntak | Selasa, 30 April 2013 13:53
PDIP batasi caleg keluarga maksimal dua orang
Kampanye PDIP. meedeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merespons kritik masyarakat soal maraknya calon anggota legislatif (caleg) yang berasal dari satu keluarga. Partai banteng ini mengeluarkan peraturan baru yang membatasi jumlah caleg dari keluarga yang sama.

"Dalam satu keluarga yang terdiri dari orangtua, suami-istri, anak, dilakukan pembatasan maksimum hanya dua calon," kata Wasekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, tentang salah satu poin peraturan, lewat siaran pers, Selasa (30/4).

Peraturan Nomor 061 Tahun 2013 itu diterbitkan DPP PDIP pada 6 Maret lalu atau sebelum daftar caleg sementara (DCS) diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dengan demikian, formasi DCS PDIP sudah memenuhi peraturan tersebut.

Selain itu, lanjut Hasto, partainya juga melarang suami-istri dicalonkan pada tingkatan yang sama dan daerah pemilihan yang sama.

"Larangan ini kemudian diperluas menjadi ketentuan etis, di mana satu saudara kandung kakak dan adik, disarankan untuk tidak dicalonkan pada tingkatan yang sama," kata Hasto.

Hasto melanjutkan, "Orangtua, suami-istri, anak, tidak boleh sama-sama dicalonkan sebagai anggota legislatif dari partai yang berbeda."

Dalam hal suami istri dicalonkan pada tingkatan yang berbeda, jelas Hasto, maka proses pencalonannya dilakukan karena memenuhi kualifikasi sebagai calon anggota legislatif. "Bukan karena status hubungan suami-istri," jelasnya.

Basis PDIP keluarga

Hasto mengatakan, PDIP menyadari basis rekrutmen partai salah satunya memang berasal dari keluarga. Survei internal PDIP menunjukkan lebih dari 78 persen responden internal partai bergabung ke partai karena menyatukan diri dengan ide, gagasan dan perjuangan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri.

Sementara itu, papar Hasto, lebih dari 68 persen responden mengenal Bung Karno, Megawati Soekarnoputri dan PDIP dari keluarga.

"Dengan demikian keluarga merupakan basis kekuatan PDI Perjuangan. Karena itulah bagi PDI Perjuangan adalah hal yang wajar apabila muncul kader yang berasal dari keluarga PDI Perjuangan dan kemudian dicalonkan. Yang harus dihindarkan adalah hubungan keluarga yang kemudian menciptakan subyektivitas di dalam pencalonan," jelas dia.

[ren]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# PDIP

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE