PDIP: 10 Tahun Dipimpin PKS, Sumatera Barat Tak Ada Kemajuan Fundamental

Kamis, 3 September 2020 12:38 Reporter : Ahda Bayhaqi
PDIP: 10 Tahun Dipimpin PKS, Sumatera Barat Tak Ada Kemajuan Fundamental PDIP umumkan calon kepala daerah di Pilkada 2020. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Pidato Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam pengumuman calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Barat dari partainya disorot. Dalam pidato itu, Puan berharap, Sumatera Barat menjadi pendukung negara pancasila.

Hal ini memantik beragam reaksi. Termasuk PKS yang sudah 10 tahun berkuasa di Sumbar.

Namun, Politikus PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi menilai,, masyarakat Sumatera Barat berubah total sejak 10 tahun dipimpin PKS. Banyak kader PKS memprovokasi masyarakat menolak kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Apa yang disampaikan Mbak Puan lebih dalam perspektif kekinian sekaligus harapan agar Pancasila benar-benar membumi dalam laku keseharian dan kehidupan berbangsa kita. Sebab Provinsi Sumatera Barat setelah 10 tahun dipimpin PKS memang berubah total. Banyak kader PKS yang memprovokasi masyarakat untuk menolak kepemimpinan Pak Jokowi. Padahal Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia yang menaruh perhatian besar terhadap kemajuan Sumatera Barat," ujar pria yang akrab disapa Gus Mis di Jakarta, Kamis (3/9).

Menurut Gus Mis, Sumatera Barat di bawah 10 tahun kepemimpinan PKS tidak tampak kemajuan fundamental. Politik identitas berkembang di sana. Tidak hanya turunnya semangat Pancasila dan berbangsa bernegara.

"10 Tahun di bawah kepemimpinan PKS nampak tidak ada kemajuan fundamental. Fakta yang ada, intoleransi dan politik identitas berkembang di wilayah yang masyarakatnya dikenal terbuka tersebut," ujar Gus Mis.

Gus Mis berharap, hal ini tak jadi gorengan politik karena menjelang Pilkada. Serta bukan hanya jadi ambisi PKS untuk bertahan di Sumatera Barat. Dia mendorong kompetisi sehat.

"Di PDI Perjuangan kami selalu diingatkan oleh Ibu Megawati bagaimana kepeloporan kaum cerdik pandai nan bijaksana yang kemudian menjadi pelopor kemerdekaan dan pahlawan bangsa seperti Moh Hatta, KH Agus Salim, Prof Muhammad Yamin, Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Moh Natsir dan lain-lain. Kehadiran tokoh-tokoh berwawasan kebangsaan di tengah penjajahan, namun dengan kultur Islam yang berkemajuan tersebut menjadi daya pemicu generasi muda Sumatera Barat untuk ikut berpacu menjadi pelopor kemajuan bangsa, termasuk pelopor di dalam membumikan Pancasila," jelasnya.

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti pernyataan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani saat memberikan rekomendasi ke salah satu Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni. Puan mengatakan, bahwa dirinya berharap Sumatera Barat menjadi provinsi yang mendukung Pancasila.

Baca Selanjutnya: PKS Tersinggung...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini