Partai NasDem Terbelah di Surabaya

Kamis, 12 November 2020 17:19 Reporter : Erwin Yohanes
Partai NasDem Terbelah di Surabaya Suara Partai Nasdem Surabaya Terbelah. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Suhu politik jelang Pemilihan Wali Kota Surabaya mulai memanas. Sebab, salah satu partai pengusung pasangan calon (Paslon) suaranya terbelah dan membelot ke kubu lawan.

Kejadian ini menimpa Partai NasDem yang mengusung paslon nomor urut Machfud Arifin-Mujiaman. Sebagian pengurus Partai besutan Surya Paloh itu, kini membelot ke kubu paslon nomor 1 Eri Cahyadi-Armuji.

Suherman, salah satu Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Tandes mengatakan, ada 13 DPC Partai NasDem yang segerbong dengannya, "membelotkan" dukungannya pada Paslon Eri-Armuji.

"Ada 14 DPC yang menyatakan sikap mendukung paslon Eri-Armuji, diantaranya DPC Gubeng, Mulyorejo, Sawahan dan lainnya," ujarnya, Kamis (12/11).

Ia menyatakan, ke 14 DPC yang mengalihkan dukungannya itu, mengaku telah menjadi korban dari kepengurusan Partai Partai NasDem di bawah komando ketua yang baru.

"Selama ini tidak ada komunikasi antara pengurus dengan ketua (DPD Surabaya). Mereka langsung menetapkan dukungan dengan alasan keputusan dari DPP. Mereka tidak pernah menggali suara dari bawah," tegasnya.

Ia mengakui, ke 14 pengurus DPC Partai Partai NasDem ini tengah "kecaton" atau tersakiti dengan sikap DPD Partai Partai NasDem Surabaya. Untuk itu, dengan semua gerbong suara yang dimiliki saat pemilihan legislatif lalu, pihaknya akan mengalihkan dukungannya pada paslon Eri-Armuji.

Saat ini, pengurus DPD Partai Partai NasDem Surabaya telah menerbitkan surat keputusan (SK) pengurus baru, yang menggantikan posisinya. Namun ia mengaku, pergantian pengurus tersebut tidak pernah dikomunikasikan pada pengurus lama.

"Saya dengar mereka baru menerbitkan SK pengurus yang baru. Saya tidak tahu, apakah itu berlaku hanya pada saya pribadi, atau juga untuk 13 DPC yang turut kemarin mendeklarasikan diri fukungan ke Eri. Namun yang jelas, sampai saat ini saya masih punya KTA (kartu tanda anggota) Partai Nasdem," tegasnya.

Terkait dengan sanksi karena dianggap tidak segaris dengan keputusan partai, Suherman mengaku sudah siap. Ia menyebut, jika keputusannya mengalihkan dukungan bersama 13 DPC merupakan bagian dari aspirasi dibawah.

"Saya siap terima sanksi apapun. Yang jelas, saya dan 13 DPC lainnya sepakat mendukung Eri-Armuji tanpa embel-embel apapun," ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Sementara itu Ketua DPD Partai...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini