Partai Golkar Indonesia, serius atau cuma gertak sambal?

Jumat, 29 Januari 2016 07:23 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Partai Golkar Indonesia, serius atau cuma gertak sambal? Kampanye Golkar. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Ratusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang mengklaim sebagai kubu Munas Ancol, ingin memisahkan diri dan membentuk partai baru yaitu Partai Golkar Indonesia. Lalu apakah membentuk Partai Golkar Indonesia adalah serius atau hanya gertak sambal saja?

Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada Arie Sujito mengatakan bahwa pembentukan partai baru ini hanya bentuk manuver. "Ini memperlihatkan salah satu kubu ingin memperlihatkan ego mereka. Contohnya seperti membuat partai baru seperti itu," ucapnya ketika dihubungi merdeka.com, Kamis (28/1).

Arie juga mengatakan pembentukan partai baru tersebut bisa jadi sikap serius salah satu kubu Golkar yang akan menarik perhatian anggota Golkar. "Sikap membuat partai tersebut bisa jadi omongan yang serius atau hanya membuat manuver atau menggertak saja," ucap Arie.

Menurutnya, sikap kedua kubu tersebut masih tetap akan terus menerus tidak berhenti membuat manuver-manuver selanjutnya sampai Munaslub terselenggarakan.

"Mereka berdua akan saling bermanuver entah mengambil hati Jusuf Kalla dan Habbie sampai mereka bisa menduduki posisi yang mereka mau," beber Arie.

"Intinya jika ada salah satu yang memang tersisihkan mereka gak akan legowo dan tetap akan bermanuver sampai bisa menduduki kekuasan mereka," pungkas Arie.

Sebelumnya, kabar tidak sedap mencuat didapat Ketua DPP Partai Golkar versi Munas Ancol, Leo Nababan terkait upaya kader Golkar membentuk partai baru.Leo menceritakan, ada ratusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang mengklaim sebagai bagian kelompok Munas Ancol, ingin memisahkan diri dan membentuk partai baru. Leo menuding Wasekjen Partai Golkar kubu Agung Laksono yakni Samsul Hidayat sebagai dalangnya. "Saya dengar ada pernyataan 520 DPD mau bentuk partai baru," ujar Leo saat dihubungi merdeka.com, Kamis (28/1).

Dia meminta agar kader Golkar tidak termakan rayuan dan upaya memecah belah partai berlambang pohon beringin itu.

"Saya minta dengan sangat kepada kawan-kawan jangan membuat masalah baru di Partai Golkar. Saya menolak pendirian Partai Golkar Baru. Karena saya konsisten kepada perjuangan Golkar Ancol. Kita harus siap menerima menang atau kalah. Jangan membuat partai baru. Saya masih ingat komitmen kita. Bagi saya tidak ada Partai selain Partai Golkar," tegasnya.

Kekhawatiran Leo beralasan mengingat sejarah membuktikan Partai Golkar sebagai salah satu partai yang cukup banyak melahirkan partai baru. Setidaknya ada empat partai yang merupakan pecahan dari Golkar, di antaranya ada Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Nasional Demokrasi (NasDem).

Partai Golkar di masa mendatang harus dipimpin kader muda yang lebih enerjik untuk membangkitkan kejayaan partai. Secara pribadi Leo setuju dengan keputusan Aburizal Bakrie dan Agung Laksono yang sepakat tidak mencalonkan diri menjadi ketua umum saat Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) digelar.

"Harus generasi muda, potong satu generasi. Karena sebenarnya yang membuat masalah ini generasi tua," tuturnya.

Namun, Ketua Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar kubu Agung Laksono, Lawrence Siburian menampik kabar anak buahnya ingin membentuk partai baru. Menurut dia, kabar 520 DPD Golkar yang ingin bentuk partai baru itu bukan dari kubunya.

"Itu enggak ada. Dari kubu Pak Agung enggak ada begitu-begitu. Saya barusan bersama Pak Agung, ada yang nanya soal itu juga, Pak Agung bingung katanya ini apa nih enggak ada begini-begini. Itu oknum kali ya," kata Lawrence saat dihubungi merdeka.com, Kamis (28/1).

Lawrence menegaskan, mungkin pembentukan partai baru itu inisiasi personal dari Samsul Hidayat yang disebut kader Golkar kubu Agung. Dia menjelaskan, selama ini tak ada obrolan di internal kubu Agung terkait hal itu.

"Samsul Hidayat itu kan masih Wasekjen. Tapi tidak ada pembicaraan terkait itu di kita. Saya setiap rapat hadir enggak pernah ada obrolan terkait itu. Kalau orang-per orang, personal silakan saja," tuturnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini