Parpol ramai-ramai sebut nama cawapres agar dilirik Jokowi

Kamis, 1 Maret 2018 06:10 Reporter : Iqbal Fadil
Parpol ramai-ramai sebut nama cawapres agar dilirik Jokowi Jokowi pimpin raker Diplomasi Zaman Now. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Satu per satu partai mulai menyebut nama bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019. Ada yang malu-malu, ada yang terang-terangan mendeklarasikan diri dengan memasang baliho dan membentuk relawan di berbagai daerah.

Terbaru, Partai Golkar mewacanakan nama sang ketua umum, Airlangga Hartarto sebagai cawapres bagi Jokowi. Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media Ace Hasan Syadzily mengakui sejumlah kader Golkar mulai menyuarakan hal itu.

"Belum, kita belum membicarakan soal itu tetapi kalau saya ditanya sebagai kader, tentu ingin kader terbaik partai Golkar, yaitu Ketua Umum Partai Golkar," kata Ace saat dihubungi, Rabu (28/2).

Kendati demikian, Ace menegaskan hingga kini partainya belum memutuskan apa akan mengusung Airlangga sebagai calon wakil presiden di 2019 bersama Jokowi. Golkar, lanjutnya menyerahkan sepenuhnya pemilihan wakil pada Jokowi.

"Tetapi lagi-lagi itu kami kembalikan kepada pak Jokowi," tandasnya.

Airlangga sendiri dalam kesempatan sebelumnya mengaku belum terpikirkan menjadi cawapres. Dia berdalih masih fokus meningkatkan elektabilitas partainya.

"Pertama itu tidak terpikirkan. Pertama kita kerja dulu dan kedua kita akan terus bekerja untuk rakyat dan kita akan meningkatkan elektabilitas partai Golkar dengan 3 program di mana program itu akan disampaikan juga oleh calon calon yang diusung oleh partai Golkar," kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2).

Klaim didukung kadernya sebagai cawapres datang dari Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy. PPP berencana menggelar Musyawarah Nasional Alim Ulama pada April 2018 yang salah satu agendanya memberikan masukan nama calon wakil Presiden kepada Joko Widodo.

"Kami setiap kali turun selalu bertanya kepada ulama dan bertanya kepada konstituen, dan kami pada April akan melangsungkan munas alim ulama membahas tersebut," kata Romi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2).

Romy sapaan akrabnya, mengklaim kader PPP mendorongnya maju mendampingi Jokowi sebagai cawapres di Pemilu 2019. Namun, kata dia, sosok pendamping Jokowi di Pilpres 2019 ditentukan oleh konsolidasi partai politik pendukung. "Setiap kader pasti menginginkan kader terbaik partai duduk di puncak kepemimpinan nasional dan ketika saya turun pun mereka selalu meneriakkan itu," ujarnya.

Romy melanjutkan, para kiai dan alim ulama merekomendasikan agar Jokowi menggandeng cawapres dari kalangan santri. Pesan itu telah disampaikan Romy kepada Jokowi pada akhir 2017. "Kalau wakilnya dari kalangan santri menjadi tidak masuk akal kalau ada label-label yang selama ini diviralkan dan dialamatkan kepada beliau, tentang komunisme lalu pro RRC menjadi tidak masuk akal," ungkap Romy.

Seperti Romy yang mengklaim didukung partainya, Muhaimin Iskandar lebih percaya diri. Sejak akhir tahun lalu, Cak Imin bahkan telah tampil di berbagai spanduk dan baliho dengan menyatakan diri sebagai cawapres 2019.

PKB sendiri masih mempertimbangkan mengusung Cak Imin. Wasekjen PKB Daniel Johan menyebut meski belum mendeklarasikan dukungan ke Jokowi, namun kader cenderung menginginkan PKB merapat mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Untuk mengukuhkan dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden di Pemilu, menurut Daniel, PKB akan menggelar Musyawarah Pimpinan Nasional pada akhir Juni 2018. Dalam Muspimnas itu akan diputuskan apakah PKB akan mengusung Jokowi serta mengusung Cak Imin di posisi capres atau cawapres. "Nah itu hasil penjaringan masukan. Jadi masukan para kiai, masukan dari para struktur yang digerakin. Ya ada sebetulnya usulan lain, tetapi yang kuat itu saat ini kepada Jokowi dan cawapresnya Cak imin," klaimnya.

Tak mau ketinggalan, Partai Hanura juga mengajukan nama Ketua Dewan Pembina Wiranto sebagai cawapres. "Saya tegaskan, hari ini Pak Wiranto adalah Calon Wakil Presiden RI yang kita usung," tegas OSO saat acara syukuran Partai Hanura yang lolos sebagai peserta pemilu 2019, Jakarta, Kamis (22/2).

"Kalau partai lain sudah memiliki jagoan cawapres, masak kita tidak. Kita harus memiliki calon sendiri, PKB saja berani mengusung orang pendek jadi cawapres kok, kita juga dong," canda OSO.

Yang menarik, Partai Demokrat yang selama ini berada di luar partai pendukung pemerintahan turut menyorongkan nama Agus Harimurti Yudhoyono. Waketum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan AHY pas dengan kriteria cawapres yang disebut PDIP.

"Kemudian mengenai kriteria-kriteria setiap parpol punya kriteria sendiri dan kriteria yang disebutkan ya syukur Alhamdulillah kami juga bangga karena ini pas ke pada AHY, dan kami mohon doa restu dari semua masyarakat Indonesia semoga Mas AHY bisa kemudian memimpin," kata Nurhayati di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/2).

Demokrat, kata Nurhayati, masih belum menentukan AHY akan menjadi calon presiden atau wakil presiden. Sebab, saat ini, perkembangan politik sangatlah dinamis. "Itu kami belum menentukan bagimana ke depannya. Tapi kalau Mas AHY sekarang sudah dilantik sebagai Ketua Kogasma untuk pemenangan jadi beliau punya kekuatan yang besar terhadap penenangan Partai Demokrat," ungkapnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini