Para Tokoh Ini Menolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi, Sampai Ada yang Minta Ampun

Kamis, 24 Oktober 2019 13:18 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Para Tokoh Ini Menolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi, Sampai Ada yang Minta Ampun Menteri Kabinet Indonesia Maju. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Sebanyak 34 tokoh menerima pinangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi menteri. Sementara empat lainnya menjadi pejabat setingkat menteri. Mereka kemudian resmi dilantik menjadi Menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, pada Rabu (23/10) kemarin.

Banyak yang mengincar posisi menteri. Namun ada beberapa orang malah menolak saat ditawari jabatan strategis itu. Berikut orang yang mengaku menolak saat ditawari menjadi menteri:

1 dari 4 halaman

Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku menolak tawaran menjadi menteri Jokowi. Nama Risma sebelumnya sempat santer dikabarkan masuk dalam bursa menteri. Namun hingga detik-detik pengumuman, Risma tak juga muncul di Istana.

Risma mengakui sudah seringkali ditawari menjadi menteri. Akan tetapi tawaran itu selalu dia tolak. Risma ditawari menteri bukan oleh Presiden Jokowi secara langsung. Namun tawaran justru datang dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"September sempat ketemu Ibu Mega, ditawari jadi menteri, tapi saya sudah jawab tidak. Tapi wes mbak ojok kesusu, pokoke sebelum Oktober (dijawab) ya mbak," ujarnya menirukan ucapan Megawati saat itu, Rabu (23/10).

Ia menambahkan, saat Oktober tiba, dirinya malah sedang berada di Korea. Saat itu lah dia ditelepon Puan Maharani. Puan kembali menanyakan tawaran untuk duduk di kursi menteri.

"Aku Oktober pergi ke Korea. Waktu itu aku ditelepon Mbak Puan, piye dadi menteri. Saya jawab endak (enggak) saya selesaikan di Surabaya dulu," tambahnya.

2 dari 4 halaman

Alasan Risma

Ada beberapa alasan mengapa Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menolak menduduki kursi menteri. Pertama, ia merasa harus menjaga Kota Surabaya hingga tuntas masa baktinya yang kurang lebih tinggal satu tahun ke depan. Ia mengaku akan menyesal jika terjadi apa-apa dengan Surabaya, di mana ia sudah berdarah-darah sebelumnya menjaga Surabaya.

"Kalau aku meninggalkan Surabaya kalau terjadi apa-apa, saya nyesel (menyesal). Saya sudah berdarah-darah, benerkan, tanganku putus, tendonku juga kena dan saya sering jatuh di lapangan. Apa yang saya lakukan itu nanti akan sia-sia gitu," tegasnya.

Risma mengaku pernah bertemu langsung dengan Jokowi. Namun ia enggan mengatakan, apa yang dibicarakannya saat itu.

"Kalau ke Pak Jokowi, saya sudah sampaikan apa yang saya omongkan. Tapi itu rahasia ya. Saya sampaikan, saya ketemu Pak Jokowi juga, tapi sudah saya sampaikan ke Bu Mega," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Adian Napitupulu

Politisi PDIP Adian Napitupulu juga mengaku menolak tawaran menteri dari Presiden Jokowi. Bukan hanya sekali, tawaran menjadi menteri datang ke Adian hingga empat kali.

Namun Adian tetap dengan pendiriannya menolak tawaran itu. Dia mengaku sampai minta ampun kepada Jokowi sambil menundukan kepala dengan merapatkan telapak tangan menolak tawaran itu.

"Itu menjadi pilihan sadar saya, tanpa ada paksaan tanpa ada intervensi dari pihak mana pun. Walaupun mungkin saat itu saya melihat ekspresi Jokowi natapnya tajam, enggak tahu untuk menegaskan ini orang serius nolak atau enggak. Sampai saya begini-begini (nunduk sambil minta ampun), saya bilang saya minta ampun pak presiden sampai 1000 kali," kata Adian dalam acara Mata Najwa, Rabu (23/10) malam.

4 dari 4 halaman

Alasan Adian Napitupulu

Adian Napitupulu mengungkapkan alasannya menolak tawaran menteri dari Presiden Jokowi. Dia merasa sadar diri menjadi menteri bukan kemampuannya. Selain itu dia merasa di DPR lebih bisa leluasa bekerja

"Kalau misalnya di Kemenaker saya bicara apa, buruh, jam kerja, cuti. Enggak bisa bicara tentang tanah rakyat. Kalau saya di Agraria bicara tentang tanah, enggak bisa bicara tentang hal lain buruh dan sebagainya. Di mana saya bisa bicara segalanya, ya di DPR," kata Adian dalam acara Mata Najwa, Rabu (23/10) malam. [dan]

Baca juga:
PPP Nilai Menjadi Menteri Agama Tak Cukup Menguasai Deradikalisasi Saja
Dalam Sebulan, Jokowi Perintahkan Menteri Temukan Regulasi Penghambat Investasi
Jokowi Wanti-Wanti Menteri Kabinet Indonesia Maju Tak Ribut di Luar
Jokowi Ungkap Ada Menteri Kabinet Kerja Dipanggil Menko Darmin Tak Pernah Hadir
PPP Sebut Wacana Penambahan Wakil Menteri Disuarakan Pihak Istana
Jokowi Sentil Menteri Kabinet Kerja Eksekusi Tak Sesuai Visi Misi Presiden

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini