Para Politisi di Sekeliling Jokowi Setuju Gerindra Gabung Koalisi

Kamis, 1 Agustus 2019 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Para Politisi di Sekeliling Jokowi Setuju Gerindra Gabung Koalisi Jokowi dan Maruf Amin. ©Istimewa

Merdeka.com - Partai Gerindra belum memutuskan arah politik usai Pilpres 2019. Partai pimpinan Prabowo Subianto itu masih menimbang apakah tetap menjadi oposisi atau bergabung bersama pemerintah.

"Karena yang penting sejauh mana kita bisa kontribusi positif bagi bangsa dan negara," kata Ketua DPP Gerindra Riza Patria beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, partai koalisi Jokowi ramai-ramai menolak bila gabung gabung dengan pemerintah. Meski begitu, beberapa politisi di sekeliling Jokowi bersikap sebaliknya. Mereka setuju Gerindra gabung koalisi Jokowi dengan berbagai alasan. Berikut politisi yang setuju Gerindra menjadi koalisi:

2 dari 4 halaman

Bambang Soesatyo Setuju Gerindra Gabung

setuju gerindra gabung rev1

Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) setuju apabila Gerindra gabung bersama koalisi Jokowi. Bamsoet setuju jika bergabungnya Gerindra untuk memperluas koalisi demi persatuan. Seperti diketahui Golkar merupakan partai pengusung Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

"Pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo tidak berhenti sampai di situ, tetapi melahirkan spekulasi terkait bergabungnya Gerindra dalam pemerintahan jilid II, dalam konteks membangun kebersamaan dan kesatuan bangsa, memperluas koalisi sepertinya bagus-bagus aja," ujar Wakorbid Pratama Partai Golkar itu, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (28/7).

3 dari 4 halaman

Harry Tanoesoedibjo

rev1

Selain Bambang Soesatyo (Bamsoet), politisi di sekeliling Jokowi yang setuju Gerindra gabung ialah Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo. HT menilai dengan banyak partai bergabung dapat menguatkan koalisi di DPR.

Menurutnya koalisi Jokowi-Ma'ruf yang solid di DPR bakal memudahkan dalam membuat undang-undang hingga menyusun maupun mengubah anggaran. "Saya rasa kalau makin banyak merapat ke koalisi, makin bagus, makin solid di DPR, kan. DPR itu kan kalau bisa bersatu, kan, bagus," kata HT di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/6).

4 dari 4 halaman

Moeldoko

para politisi di sekeliling jokowi setuju gerindra gabung koalisi

Selanjutnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan sinyal menerima partai oposisi masuk dalam pemerintahan. Menurutnya, penambahan koalisi dari oposisi dapat memperkuat pemerintahan 5 tahun ke depan.

"Kalau masih bisa diperkuat lagi kenapa nggak gitu (tambah koalisi). Tapi intinya dengan yang ada itu sudah solid banget," ujar Moeldoko usai pertemuan di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7). [has]

Baca juga:
Politisi PKS Nilai Jaksa Agung Baiknya Diisi Figur Nonpartai
Dahnil Tegaskan Prabowo Tak Pernah Sodorkan Nama Menteri Pada Jokowi Maupun Mega
Parpol Oposisi Menolak Jatah Menteri Kabinet Jokowi?
Susun Kabinet, Jokowi Akan Minta Masukkan Ma'ruf dan JK
Ketua DPP PKB Sebut Jokowi Libatkan JK dan Ma'ruf dalam Susun Kabinet

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini