'Papua harga mati bagi Indonesia'

Rabu, 20 Juni 2012 15:25 Reporter : Muhammad Sholeh
Tari Hentakan Papua. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Republik Federal Papua Barat, Jacob Rumbiak sesumbar mereka bisa merdeka dan berdaulat paling lambat dua tahun lagi. Tak hanya itu, ia juga mengklaim sudah mendapat dukungan dari 111 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada, dan Jepang.

Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Tohari mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertahankan Papua dan segera mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Saya rasa tidak ada seorangpun bangsa Indonesia yang memiliki paham politik seliberal apapun yang menyetujui pemisahan Papua dari NKRI. Kita bangsa Indonesia harus bersepakat bulat dan bertekad bulat mempertahankan Papua dengan mewujudkan kesejahteraan dengan segera, khususnya presiden sebagai kepala pemerintahan," kata Hadjriyanto saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (20/6).

Menurut Hadjriyanto, persoalan Papua tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan. Pendekatan secara halus harus lebih dikedepankan.

"Wujudkan keadilan dan kesejahteraan dengan cepat dan segera. Bangun semua infrastruktur yang diperlukan di Papua untuk mengakselerasi kesejahteraan. Problem di Papua adalah perasaan ketertinggalan akibat ketidakmerataan kesejahteraan," pungkasnya.

Dalam wawancaranya dengan reporter merdeka.com, Faisal Assegaf, Jacob Rumbiak berharap Jakarta mau memberikan pengakuan kemerdekaan terhadap Republik Federal Papua Barat. Dia juga menyatakan, referendum tidak akan berguna dilakukan dan hanya akan menghabiskan uang. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Papua
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.