Pansus RUU Pemilu akan buat aturan kampanye di media sosial

Jumat, 21 April 2017 11:24 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ilustrasi Media Sosial. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Panitia Khusus RUU Pemilu Achmad Baidowi mengatakan pihaknya akan mengatur mekanisme kampanye di media sosial. Aturan itu saat ini baru diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum.

Menurutnya, tujuan dibuat aturan tersebut agar kampanye di medsos bisa terkontrol dan terkendali sehingga kampanye hitam bisa berkurang.

"RUU Pemilu mulai mengatur kampanye di media sosial karena undang-undang sebelumnya belum mengatur terkait hal tersebut," kata Awiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/4).

PKPU No 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota hanya mengatur mengenai akun resmi pasangan calon dan para pendukung. Akan tetapi, belakangan marak akun-akun media sosial bodong yang melakukan kampanye hitam terhadap calon tertentu.

"Pengaturannya seperti apa, pemerintah silakan melakukan simulasi, misalnya terkait kampanye hitam bagaimana mengatasinya," terangnya.

Menurutnya, ketentuan kampanye di media sosial perlu diatur untuk mengantisipasi banjirnya berita bohong atau hoax oleh akun-akun tidak resmi dari calon kontestan Pemilu.

"Terus terang masyarakat risih ketika orang berantem di medsos karena muncul sebuah komentar tanpa 'tedeng aling-aling'," pungkasnya.

[did]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.