KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pansus minta pembahasan RUU Pemilu diperpanjang

Selasa, 25 April 2017 13:16 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pemilu meminta penundaan pembahasan RUU Pemilu hingga akhir Mei 2017. Padahal, sebelumnya RUU Pemilu ditargetkan selesai pada 28 April 2017.

Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu, Ahmad Riza Patria mengatakan penundaan ini dikarenakan masih ada sekitar 555 Daftar Inventaris Masalah (DIM) dari total 3055 isu yang belum selesai dibahas.

"Kita mau tambah masa sidang lagi jadi kita selesaikan pertengahan Mei sampai akhir Mei," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/4).

Riza meyakini, Pansus bisa menyelesaikan pembahasan 555 DIM itu dalam jangka waktu 2 minggu ke depan. Pihaknya mengklaim tak mau terburu-buru dalam merampungkan RUU Pemilu. Sebab, RUU ini harus komperhensif karena menggabungkan 3 UU dalam satu aturan.

"Kami mau memastikan UU ini bisa lebih baik tidak hanya cepat selesai. Mengingat dalam UU ada penggabungan 3 UU dan UU ini menyangkut nasib partai-partai yang ada di parlemen," terangnya.

Penambahan waktu pembahasan, kata dia, akan dimanfaatkan untuk melakukan dialog antar fraksi partai di DPR. Sebab, substansi RUU Pemilu yang sedang dibahas ini domainnya lebih banyak menyangkut partai politik, khususnya di DPR.

"Kami juga perlu waktu untuk melakukan dialog tidak hanya dengan pemerintah tapi juga fraksi-fraksi yang ada di parlemen," jelas Riza.

Politikus Gerindra ini menambahkan, mundurnya waktu pembahasan tidak akan mengganggu tahapan Pemilu Serentak 2019 mendatang. Pemerintah dan DPR telah menyepakati tahapan pemilu akan berlangsung selama 18 bulan. Sehingga masih cukup waktu bagi KPU dan Bawaslu menyiapkan tahapan pemilu.

"Perpanjangan ini sangat tidak mengganggu tahapan pemilu. Karena tahapan pemilu sudah kami sampaikan idealnya 16-18 bulan. Usulan pemerintah 18 bulan. Jadi kalau tahapan itu ada 18 bulan maka ini masih jauh dari waktu yang disepakati," klaimnya.

Dia memastikan 5 isu krusial termasuk 13 isu strategis dalam RUU Pemilu telah dikerucutkan. Oleh karenanya, Pansus hanya tinggal berdiskusi dengan pimpinan fraksi untuk menyepakati sejumlah isu-isu krusial tersebut.

"Semua sudah dikerucutkan tinggal Pansus bersama fraksi, pimpinan partai duduk satu meja untuk menyepakati isu. Kalau tidak sepakati tentu pilihannya voting," tutup Riza.

[eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.