PAN Punya Potensi Besar Ditarik Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Senin, 13 Juli 2020 13:11 Reporter : Bachtiarudin Alam
PAN Punya Potensi Besar Ditarik Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. Istimewa

Merdeka.com - Akibat wacana reshuffle yang dilontarkan Presiden Joko Widodo pada sidang kabinet bulan lalu. Telah menimbulkan spekulasi terhadap potensi untuk partai di luar pemerintah merapat masuk dalam kabinet.

Atas hal itu, Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai dari partai-partai yang berada di luar pemerintah. Partai Amanat Nasional (PAN) lah yang memiliki potensi cukup besar bergabung dalam pemerintahan.

"Secara historis PAN itu pernah ada di koalisi Jokowi. Pada Pilpres 2014, PAN yang awalnya ada dikoalisi KMP bersama Prabowo-Hatta yang kalah oleh Jokowi-JK. Di tengah jalan masuk koalisi Jokowi-JK dan menempatkan kadernya jadi menteri di kabinet Jokowi-JK," ujar Ujang saat dihubungi merdeka.com, Senin (13/7).

Diketahui PAN pernah memiliki sejarah pada periode Pemerintahan Jokowi-JK saat Asman Abnur menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN- RB) pada periode lalu.

"Walaupun di akhir atau ujung menjelang Pilpres 2019 yang lalu, menteri dari PAN mundur. Karena PAN bergabung dengan koalisi Prabowo-Sandi," katanya.

Kendati demikian, potensi gabungnya PAN ke dalam kabinet dinilai sangat besar, karena faktor Amien Rais yang sudah lepas dari kepengurusan partai berlambang matahari tersebut.

"Nah saat ini Amien Rais sudah tak dijadikan lagi pengurus di PAN. Dan sepertinya tak akan ada lagi yang menghalangi PAN untuk bergabung dengan koalisi Jokowi-MA," imbuhnya.

"Jadi, jika dilihat dari sejarah dan dari dinamika politik yang berkembang hingga saat ini. Kemungkinan PAN bergabung dengan koalisi Jokowi-MA itu sangat besar," lanjutnya

Selain itu, Ujang melihat hampir semua partai ingin menempatkan kadernya menjadi posisi menteri dalam kabinet. Termasuk PAN yang kemungkinan besar tak menolak jika ditawari posisi menteri dalam kabinet Jokowi-Mar'ruf.

"Bisa Zulkifli Hasan, Bisa juga yang lain. Soal nama itu wewenang pengurus PAN," pungkasnya [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini