PAN nilai pernyataan Mahfud MD adalah pendidikan politik

Rabu, 15 Agustus 2018 16:47 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
PAN nilai pernyataan Mahfud MD adalah pendidikan politik Mahfud MD . ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Mahfud MD bicara gamblang soal dirinya batal dipilih menjadi cawapres Joko Widodo. Hal ini dikarenakan Ma'ruf Amin tak setuju bila Mahfud dipinang jadi cawapres Jokowi. Ma'ruf Amin juga mengancam Jokowi tidak akan didukung NU bila memilih Mahfud.

Merespon itu, Wasekjen DPP PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan apa yang disampaikan Mahfud MD itu benar terjadi. "Orang sekelas pak Mahfud tentu menyampaikan sesuatu dengan penuh pertimbangan. Apalagi, hal itu disampaikan di sebuah acara TV yang disaksikan jutaan penonton," katanya kepada merdeka.com, Rabu (15/8).

"Pak Mahfud juga kelihatannya menjamin kalau pernyataannya benar. Itu sebabnya dia kelihatannya siap untuk dikonfrontir dengan orang-orang yang disebutnya di dalam pernyataan tersebut," sambungnya.

Dia menambahkan, pernyataan Mahfud adalah pendidikan politik yang perlu diapresiasi. Dari situ publik juga bisa memahami bahwa di dalam politik ada banyak hal yang hanya bisa dipahami jika mengetahui latar belakang dan kronologisnya.

"Setidaknya, pengakuan pak Mahfud menunjukkan bagaimana sesungguhnya koalisi Jokowi menunjuk dan mengangkat seseorang. Ada pergumulan seru dan kelihatannya dihiasi intrik untuk mendapatkan perhatian. Masyarakat tentu sangat pintar untuk menilai pernyataan pak Mahfud ini," tuturnya.

"Memang secara eksplisit pak Mahfud tidak menyebut bahwa dia dijegal. Tetapi jika ada perasaan seperti itu, kita berharap agar pak Mahfud bersabar. Apalagi di awal pernyataannya bahwa apa yang dialaminya adalah dramatis," tambah Daulay.

Dari hal ini, Saleh tak ingin menjustifikasi NU terlibat politik praktis atau tidak karena turut mengintervensi cawapres Jokowi.

"Silakan masyarakat untuk menilai. Tentu tidak etis kalau saya memberikan penilaian terhadap posisi politik NU," tandasnya.

Sebelumnya, Mahfud MD mengungkap alasan dirinya batal menjadi bakal calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Pilpres 2019..

Mahfud bercerita dirinya batal menjadi cawapres diwarnai dengan ancaman bahwa NU tidak bertanggung jawab apabila bukan kader NU yang menjadi cawapres Jokowi. Mahfud bercerita informasi hal ini didapat oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat keduanya melakukan pertemuan.

Saat bertemu dengan Cak Imin, Mahfud diberi tahu justru Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin yang menyampaikan ancaman jika NU bakal 'lepas tangan' andai kader NU tak menjadi cawapres Jokowi.

"Terus saya tanya gimana main ancam-ancam? 'Itu yang nyuruh kiai Ma'ruf'," kata Mahfud menceritakan pernyataan Cak Imin. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini