Pamer kaus #2019GantiPresiden di debat, Gerindra yakin Asyik tak langgar aturan

Selasa, 15 Mei 2018 10:33 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Pamer kaus #2019GantiPresiden di debat, Gerindra yakin Asyik tak langgar aturan pasangan Asyik pamerkan kaus 2019 ganti presiden di debat pilgub jabar. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Partai Gerindra melihat aksi Cagub Jabar nomor urut tiga, Sudrajat-Syaikhu di debat kedua Pilgub Jabar, Senin (14/5) tak melanggar aturan.

Saat debat, pasangan Asyik membentangkan kaus bertuliskan #2018AsyikMenang #2019GantiPresiden. Aksi itu yang membuat penonton yang mayoritas pendukung paslon debat ricuh.

Wakil Ketum Gerindra, Ferry Juliantono merasa yakin, aksi pasangan Asyik sudah sesuai aturan. Terlebih, di kaus itu, tidak ada tulisan nama orang tertentu.

"Menurut Saya tidak melanggar karena tidak menyebut nama," kata Ferry kepada merdeka.com, Selasa (15/5).

Ferry pun mengutip keputusan Bawaslu bahwa kaus dengan tagar #2019GantiPresiden itu bukan bentuk pelanggaran kampanye. Oleh sebab itu, dia menilai, tak ada yang perlu diricuhkan dengan kreatifitas pasangan Asyik didebat kedua Pilgub Jabar yang digelar di UI, Depok semalam.

"Bawaslu pun juga menyebutkan bahwa kaus itu tidak melanggar," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, kericuhan terjadi saat debat publik putaran kedua di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok. Closing statement pasangan nomor tiga yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) diakhiri dengan membentangkan kaus bertulisan 2018 Asyik menang 2019 Ganti Presiden.

Sontak hal itu membuat pendukung pasangan lain geram. Hal itu membuat pasangan nomor urut empat yaitu Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi terhalang untuk menyampaikan closing statement.

Melihat reaksi para pendukungnya itu, TB Hasanuddin pun angkat bicara. Dia berupaya menenangkan para pendukungnya yang ada dalam Balairung UI Depok.

"Sudah tenang. Kita selesaikan nanti. Jangan terpancing," kata TB Hasanuddin atau biasa disapa Kang Hasan, Senin (14/5).

Berkali-kali Kang Hasan berusaha menenangkan para pendukungnya itu. Namun tetap saja mereka bersorak. Hingga akhirnya para pendukung mau mendengarkan imbauan Kang Hasan.

"Walaupun ini bukan forum capres, saudara tetap tetang, ini pemilihan gubernur, belum masuk pada capres. Jadi mohon saudara tenang," tegasnya.

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat menambahkan, jika ada yang dipersoalkan akan diselesaikan di luar forum. "Kita punya Bawaslu, kita bisa selesaikan dengan baik. Tolong pada masing-masing tim kampanye untuk bisa menahan diri," kata Yayat. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini