Nurdin Halid: Yorrys harus dikutuk!

Selasa, 31 Maret 2015 15:30 Reporter : Muchlisa Choiriah
Nurdin Halid: Yorrys harus dikutuk! Yorrys datangi fraksi Golkar. ©2015 Merdeka.com/rizky

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Kubu Aburizal Bakrie (Ical), Nurdin Halid mempertanyakan motif koleganya Yorrys Raweyai yang ikut buka paksa pintu fraksi Golkar yang dikunci oleh loyalis Ical di DPR kemarin. Menurut Nurdin, Yorrys tidak punya hak karena bukan anggota Fraksi Golkar.

"Yorrys itu siapa? Memangnya dia anggota DPR? kok dibiarkan? Itu sudah cara tidak benar," ujar Nurdin saat menghadiri sidang gugatan kubu Ical kepada kubu Agung Laksono dan Menkum HAM di PN Jakut, Selasa (31/3).

Nurdin menjelaskan, tindakan Yorrys merupakan premanisme. Menurut dia, seluruh mata masyarakat yang menonton TV dan mengetahui kejadian tersebut pasti hatinya menangis.

"Demokrasi negara kita tidak boleh dengan preman. Saat ini demokrasi kita di bawah titik nadi paling rendah. Ini adalah sebuah proses demokrasi yang mengancam. Yorrys harus dikutuk!" tegasnya.

Nurdin menuturkan, sikap Yorrys sebagai orang terpandang jangan kayak preman. Seharusnya dia menghargai hukum. Jangan sampai nantinya terjadi anarkis.

"Pak Ical mengatakan hati boleh panas, tapi kepala tetap dingin. Saya sebenarnya jengkel dengan Pak Ical dalam menanggapi hal ini," ujarnya.

Dirinya mengaku kesal dengan Ical dan pernah menantang Ical mengenai kisruh golkar ini. "Pernah saya tantang Pak Aburizal kalau bapak ini penakut, terus dia bilang dia ini bukan soal penakut, kita harus menghargai norma-norma hukum yang berlaku di negeri ini, kita tidak boleh berbuat seperti mereka, biarlah mereka nanti biar rakyat yang menilai mana yang benar dan mana yang salah," tutupnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini