Ngaji Bersama Ma'ruf Amin, Yenny Serukan Warga Sumenep Pilih Nomor Wahid

Selasa, 19 Maret 2019 13:31 Reporter : Ahda Bayhaqi
Ngaji Bersama Ma'ruf Amin, Yenny Serukan Warga Sumenep Pilih Nomor Wahid Deklarasi kader Gus Dur dukung Jokowi-Maruf Amin. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan putri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid menghadiri ngaji bersama di lapangan Pondok Pesantren An-Nuqayah, Sumenep, Jawa Timur. Yenny mengajak para santri dan warga Sumenep memilih cawapres 01 Ma'ruf Amin

"Terus mau milih yang mana sudah dikasih yang begitu, mau pilih yang sebelah lagi? apakah yang sebelah Marufun? Apakah yang sebelah Aminun? ya sudah jelas kan," ujar Yenny, Selasa (19/3).

Yenny menyebut masyarakat di Madura masih ada yang termakan hoaks dan fitnah yang menyerang ulama dan pemimpin. Dia pun mengajak agar memastikan ruang publik tidak diisi dengan fitnah dan kabar bohong.

"Kita memastikan ruang publik kita tak diisi ujaran kebencian fitnah hoaks dan fake news apalagi yang menyudutkan ulama dan pemimpin kita," tegas Yenny.

Yenny juga meminta untuk menjaga marwah para ulama dengan menggunakan bahasa yang santun. Kata dia, itu sudah tugas para santri dan keluarga pesantren.

"Saya minta kita semua rapatkan barisan, Sumenep harus tunjukkan kekuatan NU," katanya.

Pesan terakhir yang disampaikan Yenny adalah tidak lupa mencoblos pada 17 April mendatang. Tidak lupa, dia ingin memastikan para warga Sumenep agar memilih pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"Yang penting tanggal 17 nanti ingat-ingat nama saya, nama belakangnya apa, wahid, artinya apa? Satu," tutupnya.

Beri Ijazah Kitab

Kiai Ma'ruf Amin memberikan ijazah Kitab Shahih Bukhari kepada para santri pondok pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk, Sumenep. Selain pemberian ijazah kitab, Ma'ruf juga memberikan tausiyah dan pengajian.


"Dulu saya belajar kitab ini di Tebu Ireng. Saya diberi silsilahnya sampai Imam Bukhari. Yaitu saya mengaji kepada guru saya KH. Idris Jamali, menantu Syekh Hasyim Asyari," ucap Ma'ruf.

Ma'ruf membacakan pendahuluan Kitab Shahih Bukhari sebelum memberikan kepada para santri. Setelah memberikan ijazah, Ketun MUI itu membaca surat Al-Fatihah. Ma'ruf mengatakan, baru pertama kalinya di dunia ini, ada cawapres yang memberikan ijazah kitab.

"Mungkin ini pertama kali di dunia, calon cakil presiden memberi ijazah kitab," kata Ma'ruf yang disambut riuh para santri.

Mustasyar PBNU itu bersyukur bisa bersilahturahmi ke Pondok Pesantren An-Nuqayah yang mencetak generasi paham agama

"Untuk mencetak putra-putra bangsa dalam rangka menyiapkan orang-orang yang memahami agama, para ulama dan orang-orang yang akan memberikan perbaikan dan perubahan di dalam masyarakat," ucap Ma'ruf.

Dalam safari politik ke Pulau Madura, Jawa Timur ini, Ma'ruf ditemani istri Wury Estu Handayani. Turut hadir Pengasuh Pesantren An-Nuqayah KH. Abd. A'la, Pengasuh Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pengasuh Pesantren Nurul Jadid. Hadir pula putri Gus Dur Yenny Wahid dan Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim, serta sejumlah pejabat lainnya di Madura. [ian]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini