Netizen kecam keluarnya Fatwa Fardhu 'Ain pilih Khofifah-Emil

Senin, 11 Juni 2018 15:58 Reporter : Arif Ardlyanto
Netizen kecam keluarnya Fatwa Fardhu 'Ain pilih Khofifah-Emil Spanduk fatwa fardhu ain pilih Khofifah di jalanan Kota Surabaya. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Gerakan mengecam keluarnya fatwa fardhu ‘ain untuk memilih pasangan calon (Paslon) Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak semakin kuat. Warganet atau sering disebut netizen juga mengecam dan mempertanyakan kemunculan fatwa fardhu ‘ain di tengah masyarakat.

Mereka menyayangkan kalau pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur yang berjalan adem mulai memanas, karena banyak kiai yang menggunakan agama untuk mempengaruhi masyarakat. Bahkan sampai keluar fardhu ‘ain memilih Khofifah-Emil, artinya jika tidak memilih pasangan nomor urut satu itu dianggap berdosa besar. Karena fardhu ‘ain ibarat seperti kewajiban sholat.

Kecaman netizen ini diketahui dari unggahan di instagram dengan akun bernama 'Jaya Post'. Akun ini mengunggah gambar KH Asep Saifudin Chalim kemudian muncul surat seruan fatwa fardhu’ain untuk memilih Khofifah-Emil. Dalam caption gambar tersebut berisi 'Diserukan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur bahwa hukumnya fardhu ain (WAJIB DILAKUKAN) untuk memilih Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dalam pemilihan gubernur Jatim 27 Juni mendatang. Karena fardhu ain, maka kita berdosa jika tak patuh fatwa itu. Muncul fatwa seperti ini, apa pendapat sahabat-sahabat semua? Kasih komen yaa'.

Atas munculnya seruan ini banyak warganet yang menanggapi, seperti berikut :
@Supriantotasawuf berijtihad boleh tapi mbok ya jangan terlalu lah!!!! Politik itu kan ibarat orang jawa mengatakan 'isuk dele sore tempe'. @natuldanaan72017 Maaf pak nyai, saya orang Sampang Jawa Timur. Sebaex nya anda lebih bijak menggunakan LIDAH moe, knp bgitu mudah nya kamoe berfatwa keyak itu nyai.
@rizawhy jancox dodolan agomo meneh,thel.
@agam_indah semoga jatim terbebas daro orang2 yang mengaku ulama...
@moby_express jangan bawab Al quran dan Allah swt dalam politic.
@Beni_burhan Sampek segitunya ya demi kekuasaan, dr mana sampean tau pak kalau Khofifah lebh baik, kyak tuhan aja ente yg maha tahu.

Jika dijumlah ada ratusan warganet yang mengecam unggahan fatwa fardhu ‘ain untuk memilih Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Mereka menyayangkan untuk pilgub sampai harus menggunakan nama Allah untuk menjatuhkan lawan politik. 'Mari kita jaga suasana lebih adem,' kata Pakar Politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Agus Sukristyanto.

Agus meminta semua pihak menjaga kondisi Jawa Timur menjadi lebih baik. Fatwa-fatwa yang dikeluarkan bisa menjadikan suasana menjadi lebih panas. Untuk itu, kondisi ini harus segera diselesaikan. Karena memang dalam agama fardhu ‘ain itu hanya diterapkan untuk persoalan ibadah yang tidak bisa tergantikan. "Fardhu ‘ain itu kayak Sholat," tegas dia.

Masyarakat Jawa Timur, ungkapnya merupakan warga yang sudah cerdas. Salah satu bukti adalah munculnya kecaman saat mengetahui ada unggahan dalam instagram tentang fatwa fardhu ‘ain memilih Khofifah-Emil. Kondisi ini seharusnya menjadi pertimbangan untuk terus menjadikan agama sebagai alat untuk memenangkan pilgub. [hhw]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini