Nenek Peluk Prabowo Diberi Rp 500 Ribu, TKN Jokowi Nilai Kubu 02 Banyak Sandiwara

Rabu, 27 Maret 2019 12:40 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Nenek Peluk Prabowo Diberi Rp 500 Ribu, TKN Jokowi Nilai Kubu 02 Banyak Sandiwara prabowo bersama seorang nenek di lapangan karang pule NTB. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Foto calon Presiden nomor 02 Prabowo Subianto memeluk seorang nenek saat kampanye di lapangan Karang Pule NTB viral. Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Arya Sinulingga mengaku tertawa mendengar ada kabar lain soal rekayasa kampanye dari kubu 02. Dia heran kubu Prabowo kerap melakukan kampanye rekayasa.

Sebelum seorang nenek memeluk Prabowo, Arya menyebut aksi seorang wanita Vincentia Tiffani yang viral gara-gara mengajak Sandiaga untuk menikah. Lewat akun Instagramnya @vincentiatiffani, dia mengaku hanya bercanda dan tidak benar-benar ingin menjadi istri kedua Sandiaga.

"Kalau benar sampai dia begini ini sudah kedua kalinya ya, kemarin juga ada wanita milenial mengatakan di suruh panitia, ini kan artinya settingannya banyak banget ya," kata Arya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (27/3).

"Artinya kampanye dibikin humanis ternyata setting dibuat itu. Ya cukup menyedihkan dan ini lah ketawa kita kok kampanye settingan," sambung Arya.

Juru Bicara TKN lain, Amin Ace Hasan Syadzily juga menduga kampanye Prabowo di NTB bersama nenek tersebut rekayasa. Dia mengingatkan Prabowo agar kampanye seharusnya tidak berpura-pura dekat dengan rakyat.

"Lah memang tidak genuine dari apa yang dilakukan Pak Prabowo dalam kampanyenya itu. Kampanye itu membutuhkan orisinalitas untuk dekat dengan rakyat. Bukan dibuat-buat seperti itu," tegasnya.

Lewat sebuah video, nenek itu mengaku mendapatkan uang Rp 500 ribu setelah pertemuannya dengan Prabowo. Pengakuan itu disampaikan lewat sebuah vlog bersama seorang pria.

Ketua DPP Partai Golkar ini menganggap, pemberian uang kepada nenek itu jelas melanggar aturan kampanye. "Soal pemberian uang dalam kampanye, jelas itu merupakan pelanggaran kampanye," tegas dia.

Sementara itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade membantah pihaknya membagikan uang kepada nenek yang memeluk Prabowo Subianto saat kampanye di lapangan Karang Pule NTB. Menurutnya, isu adanya politik uang merupakan kampanye hitam yang ditujukan kepada Prabowo-Sandiaga.

"Untuk urusan duit itu masih rumor, kita enggak pernah melakukan politik uang," kata Andre kepada wartawan, Rabu (27/3).

Namun, Andre menilai jika benar tim memberikan uang kepada nenek tersebut wajar saja. Uang tersebut, kata dia, adalah bentuk apresiasi sekaligus simpati atas kegigihan sang nenek yang merangsek naik ke atas panggung demi bertemu Prabowo.

"Kalau soal uang jika ada ya menurut saya hal yang wajar. Mungkin Pak Prabowo bersimpati, mengapresiasi kegigihan nenek tersebut karena merangsek ke panggung. Bayangkan nenek setua itu berusaha keras bertemu Pak Prabowo," ujarnya.

Selain isu politik uang, menurutnya, ada rumor lain yakni nenek tersebut sengaja dibawa pihak tertentu untuk berakting di atas panggung.

"Ini rumor dikembangkan karena kampanye Pak Prabowo luar biasa. Bukan hanya uang 500 tapi ada juga isu nenek ini dibawa dari Jakarta untuk berakting," ungkap Andre.

Dalam kampanye terbuka di lapangan Karang Pule NTB, Selasa (26/3), Prabowo Subianto tampak di atas panggung memeluk seorang nenek. Fotonya viral di media sosial.

Momen mesra itu diunggah oleh Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dalam twitternya, Dahnil mengatakan, nenek itu merangsek naik ke panggung minta bertemu Prabowo.

"Di NTB seorang nenek merangsek naik panggung. Berbisik, menitipkan pesan, menitip harap untuk anak cucu agar diperjuangkan Pak @prabowo dan bang @sandiuno," tulis Dahnil. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini