Kuasa Usaha KBRI Kuala Lumpur Diganti

Jumat, 26 Oktober 2007 14:54 Sumber :
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Kuasa Usaha KBRI Kuala Lumpur mengalami pergantian, Jumat, dari AM Fachir kepada pejabat baru Tatang B Razak, sebelumnya menjabat Ketua Satgas Perlindungan dan Pelayanan WNI, sedangkan AM Fachir segera mengisi jabatan barunya sebagai Duta Besar RI untuk Mesir.

Pergantian itu dilakukan di KBRI Kuala Lumpur disaksikan oleh seluruh para atase dan staf KBRI lainnya. Dengan demikian KBRI Kuala Lumpur tidak punya duta besar mulai akhir Januari 2007 hingga saat ini atau hanya dipimpin oleh kuasa usaha ad-interim.

"Duta Besar di Malaysia ini memiliki tugas yang berat karena banyak masalah berkaitan dengan jumlah tenaga kerja di Indonesia yang mencapai 1,2 juta orang, ada ratusan ribu WNI yang mendapat permanent residence dan ada sekitar 14 ribu pelajar di Indonesia," kata AM Fachir, mantan staf khusus Presiden Megawati.

"Tiada hari tanpa berita mengenai Indonesia di media massa Malaysia," kata Fachir menggambarkan beratnya membangun citra Indonesia di negara tetangga.

Sementara itu, Tatang B Razak mengatakan, "Sepatu yang diserahkan dari AM Fachir merupakan sepatu yang kebesaran karena beban yang diemban sangat besar," katanya.

Beberapa wakil masyarakat Indonesia di Malaysia menyatakan, sejak kepemimpinan AM Fachir menjadi kuasa usaha ad-interim KBRI Kuala Lumpur banyak perubahan dilakukan. Pertama, pengurusan paspor tidak bisa lagi melalui agen. Yang bersangkutan harus mengurus langsung.

Peran Satgas Perlindungan dan Pelayanan WNI di KBRI Kuala Lumpur juga sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Begitu banyak kasus yang berhasil ditangani, walaupun masih ada yang sedikit tercecer. "Sudah banyak perubahan dari segi pelayanan KBRI saat ini," kata Magfur, ketua paguyuban masyarakat Jawa dan Ketua PKB Malaysia.

Isu mengenai Dubes RI di Malaysia mengalami pasang surut. Semula ramai dibicarakan Yusril Mahendra, mantan Mensesneg, akan menjadi Dubes di Malaysia, tapi ditolak. Yusril merupakan alumnus S2 di Universitas Sains Malaysia (USM).

Setelah itu beredar isu kuat Muhammad Hatta, dari partai Golkar menjadi calon kuat Dubes di KBRI. Tinggal menunggu pelantikan saja, tapi isu itu kembali meredup karena dia akan menjadi Dubes RI Di Emirat Arab. Ada juga yang mengatakan, sebaiknya Dubes Malaysia jangan berasal dari Parpol terkait dengan besarnya jumlah suara pemilih di Malaysia.

Saat ini muncul isu bahwa mantan Kapolri Jenderal Pol Da`i Bachtiar akan menjadi calon kuat Dubes RI di Malaysia.(*/cax)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini