Kapolri Minta BPK Periksa Jarkom dan Alkom Polri

Sumber : | Jumat, 3 Juni 2005 12:47
Kapolri Minta BPK Periksa Jarkom dan Alkom Polri
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Kapolri Jenderal Pol Da`i Bachtiar telah menyurati Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), agar memeriksa dugaan penyimpangan pengadaan jaringan komunikasi (jarkom) dan alat komunikasi (alkom) di institusinya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Aryanto Budihardjo di Jakarta, Kamis (2/6) mengatakan, atas perintah Kapolri, Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri juga telah mulai memeriksa dugaan penyimpangan itu secara internal.

"Jika ternyata pada akhir pemeriksaan, dugaan ini tidak terbukti maka kita akan minta pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang telah melapor," katanya.

Menurut Aryanto, Polri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut mengawasi Polri.

"Kapolri tetap komit menindak para anggota yang terbukti melakukan penyimpangan," katanya.

Sebelumnya, Lumbung Informasi Rakyat (Lira) atau Blora Center mengadukan dugaan korupsi pengadan jarkom dan alkom itu ke Kejaksaan Agung, Rabu (1/6).

Blora Center menduga Polri menggelembungkan anggaran pengadaan jarkom dan alkom antara tahun 2002-2005 senilai Rp602 miliar.

Direktur Blora Center Jusuf Rizal mengatakan, pihaknya meminta Kejaksaan Agung memeriksa setidaknya 13 orang yang terkait kasus itu.

Ke-13 orang itu adalah mantan Kepala Divisi Telematika Polri yang kini Kapolda Sulsel Irjen Pol Saleh Saaf, Kepala Divisi Telematika Irjen Pol Yusuf Manggabarany, Kepala Pusat Komlek Polri Agus Kusnaedi, mantan Sekretaris Komlek Polri Tri Heru, Wakil Kepala Polri Komjen Pol Adang Daradjatun, dan Kepala Polri Jenderal Pol Da`i Bachtiar.

Selain itu, Blora Center juga menyebut nama Iwan Gunawan yang kini bertugas di Direktorat Reserse Polda Nanggroe Aceh Darussalam, Triswahyono, Irawan, Henry Siahaan, Tomy Sylvanus, Tety Paruntu, dan Titus Sumadi. (*/bun)

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE