Nasihat Gus Mus ke Jokowi-Ma'ruf soal Tanggung Jawab Kekuasaan & Cara Memilih Menteri

Senin, 21 Oktober 2019 12:52 Reporter : Mardani
Nasihat Gus Mus ke Jokowi-Ma'ruf soal Tanggung Jawab Kekuasaan & Cara Memilih Menteri Pelantikan Jokowi-Maruf. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Joko Widodo alias Jokowi dan Ma'ruf Amin telah resmi dilantik menjadi presiden dan wakil presiden, Minggu (20/10) kemarin. Keduanya akan memimpin Indonesia hingga 2024.

Sehari setelah dilantik, Jokowi sibuk memanggil sejumlah orang ke Istana Negara. Mereka dipanggil terkait posisi menteri yang bakal diumumkan Jokowi, Rabu (23/10) mendatang.

Mantan Rais Amm PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab dikenal Gus Mus mengirimkan surat singkat kepada Jokowi-Ma'ruf Amin melalui akun instagram @s.kakung miliknya.

Gus Mus mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia juga berharap Jokowi-Ma'ruf bisa melaksanakan amanat dan tanggung jawab menyejahterakan rakyat.

"Baik yang mendukung Bapak berdua atau tidak," kata Gus Mus di akun instagram @s.kakung miliknya dikutip merdeka.com, Senin (21/10).

1 dari 2 halaman

Tanggung Jawab Jokowi-Maruf Sungguh Berat ke Allah dan Rakyat

Gus Mus mengatakan, secara lahiriah rakyat yang memilih Jokowi-Ma'ruf. Namun, secara hakikat Allah SWT lah yang memilih dan menjadikan keduanya sebagai presiden dan wapres.

"Maka tanggungjawab Bapak berdua sungguh berat namun mulia: tanggung jawab terhadap Allah dan rakyat. Pimpinlah kami rakyat Indonesia dengan cinta dan belas kasih seraya senantiasa mengingat dan memohon pertolongan Allah. Tantangan seberat apa pun, akan terasa ringan bersama Allah dan pertolongan Nya," kata Gus Mus.

2 dari 2 halaman

Nasihat soal Memilih Menteri

Gus Mus memberi nasihat kepada Jokowi-Ma'ruf Amin dalam memilih para menteri. Gus Mus meminta Jokowi-Ma'ruf memilih pembantu yang membantu, bukan yang mengganggu kinerja.

"Dalam memilih pembantu, pilihlah pembantu yang membantu, bukan yang mengganggu kerja," katanya.

Selain itu, kata Gus Mus, pilihlah mereka yang mempunyai komitmen ke-Indonesiaan, bisa dan mau bekerja tulus untuk Indonesia dan rakyat Indonesia.

"Jangan memilih mereka yang menawarkan diri membantu Bapak berdua kecuali mereka yang memang memahami hajat hidup rakyat Indonesia dan mempunyai kemampuan bekerja menjalankan tugas mereka," katanya.

"Dengan memohon maaf sebesar-besarnya atas kelancangan saya ini, saya ikut mendoakan semoga Allah selalu menolong Bapak berdua dalam berkhidmah kepada Bangsa dan Negara. WaffaqakumuLlh il m fiihi khairu ummah.
Salam takzim saya". [dan]

Baca juga:
Rektor UI soal Nadiem Makarim Jadi Menteri: Sudah Teruji di Perusahaan Go-Jek
Masuk Istana, Erick Tohir dan Wishnutama Pakai Kemeja Putih
Nadiem Makariem Janjikan Beragam Inovasi untuk RI Saat Menjadi Menteri Jokowi
Susi Pudjiastuti Angkut Barang dari Rumah Dinas Menteri Pakai Truk 'Susi Air'
Ketemu Jokowi, Nadiem Ungkap Bahas Investasi Hingga SDM
Berkemeja Putih, Mahfud MD, Tetty Paruntu dan Nadiem Makarim Merapat ke Istana

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini