NasDem Tempatkan Perempuan di Posisi Strategis

Kamis, 14 Februari 2019 21:46 Reporter : Merdeka
NasDem Tempatkan Perempuan di Posisi Strategis Eva Yuliana. Arie ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai NasDem menegaskan komitmen mengakomodir kepentingan perempuan Indonesia. Ini dibuktikan dengan menempatkan caleg-caleg perempuan hampir 40 persen. Kesempatan juga diberikan kepada perempuan untuk memimpin di DPP, DPW, juga di posisi Kepala Daerah.

"Caleg perempuan di Nasdem ada 38 persen. Selain di caleg, NasDem juga memberikan tempat yang strategis di DPP, DPW, bahkan untuk posisi bupati, wali kota juga banyak perempuan yang kita support," ungkap Ketua DPP Partai NasDem Irma Chaniago kepada wartawan, Kamis (14/02/2019).

Kepentingan Partai NasDem menempatkan kaum perempuan di posisi strategis supaya bisa berkompetisi dalam menempati posisi di masyarakat maupun lembaga negara. NasDem juga akan mengawal dan mengakomodir kepentingan perempuan di parlemen maupun di eksekutif.

Bukti lain, Partai Nasdem membentuk sayap partai namanya Garnita Malahayati. Garnita Malahayati ini dijadikan Kawah Candradimuka untuk penggodokan perempuan yang mau terjun ke dunia politik, ekonomi, budaya.

Irma yang menjabat Ketua Umum Garnita Malahayati juga memberikan pembekalan kepada perempuan seperti sekolah legislatif, supaya ketika menjadi anggota DPR, DPRD maupun eksekutif bisa mempunyai kapasitas yang mumpuni. Untuk ke politik, Garnita selalu memberikan sekolah legislasi melalui partai NasDem, juga di Akademi Bela Negara (ABN).

Di bidang ekonomi, NasDem suka mengadakan seminar terkait masalah perberdayaan ekonomi perempuan, salah satunya bagaimana menjadi entrepreneur.

"Inti dari program Nasdem, ingin menjadikan perempuan sebagai agen perubahan," katanya.

Mengamini hal ini, Politisi NasDem Eva Yuliana mengatakan partai besutan Surya Paloh itu memang mempunyai perhatian yang sangat besar untuk perempuan Indonesia. Perhatian itu, ketika NasDem menyusun kepengurusan di partai dari pusat hingga daerah selalu memberikan porsi yang lebih bagi perempuan.

Berikutnya, ketika menyusun pencalegan. NasDem mengajukan keterwakilan perempuan dalam pencalegan di KPU sebesar 38-40 persen.

"Di situ kita bisa dilihat Partai Nasdem memang memperhatikan tentang keterwakilan perempuan," kata mantan aktivis PMII ini.

Program-program di DPP juga banyak menyentuh peran serta perempuan dari berbagai bidang, baik di politik, hukum, ekonomi, maupun kebudayaan. Program yang dibuat NasDem diimplementasikan oleh para caleg di daerah pemilihan.

Eva yang menjadi caleg Dapil Jateng V yang meliputi Sukoharjo, Klaten, Boyolali, dan Solo ini juga melakukan program yang menyentuh kaum perempuan. "Kita mendengarkan aspirasi dan keluhan-keluhan perempuan. Kita berikan pelatihan, ada seminar bagi perempuan," tuturnya..

Program yang langsung bersentuhan dengan perempuan juga dijalankan. Salah satu yang digencarkan oleh Eva adalah pasar murah. Pasar murah tidak hanya meringankan perempuan, tetapi juga seluruh keluarga.

"Karena bisa membeli sembako dengan harga murah. Saya merasa bersyukur bisa membantu," ucapnya.

Kalaupun nantinya rakyat Jateng memberikan amanat untuk mewakili di parlemen, Eva mengaku akan memperjuangkan aspirasi dan hak-hak perempuan.

"Saya pribadi ingin bisa menebarkan manfaatkan bagi masyarakat tidak hanya bagi perempuan, tetapi juga laki-laki. Khusus perempuan saya akan memperjuangkan agar mendapatkan haknya sesuai yang dibutuhkan," katanya.

Di hubungi terpisah, aktivis perempuan dan anak, Erlinda berharap perempuan dapat memberikan kontribusi nyata berupa solusi dalam bentuk program dan kebijakan.

Ia berharap semua yang akan duduk di legislatif dan eksekutif adalah orang orang yang juga mempunyai Kompetensi, Dedikasi, komitmen dalam memperjuangkan kepentingan kaum perempuan.

"Perempuan akan menguatkan negara dan bangsa apabila ada keseimbangan dalam kedudukan dan kesetaraan," kata dia.

Komisioner Komnas Perempuan Masruchah di kesempatan lain berpendapat, penguatan peran dan kapasitas perempuan baik di parlemen maupun di pemerintahan harus didasarkan pada suatu sistem, bukan didasarkan pada pribadi atau perorangan.

Menurutnya, secara ideal, representasi perempuan di kementerian dan parlemen harus bisa menyuarakan persoalan diskriminasi dan kesetaraan terhadap perempuan. Namun kenyataannya masih banyak kendala-kendala, seperti kebijakan partai yang belum memiliki sudut pandang kesetaraan gender. Penempatan perempuan pada posisi penting oleh parpol, seperti NasDem adalah hal yang sangat baik dicontoh.

Idealnya, kata Masruchah, seorang politisi perempuan juga bisa independen, dan bahkan bicara atas nama partai. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Nasdem
  2. Pemilu 2019
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini