NasDem sebut golput di pilkada karena kandidat kurang sosialisasi

Minggu, 13 Desember 2015 16:59 Reporter : Eko Prasetya
NasDem sebut golput di pilkada karena kandidat kurang sosialisasi Kampanye NasDem di Manado . ©2014 merdeka.com/eko prasetya

Merdeka.com - Pelaksanaan Pilkada serentak diwarnai dengan rendahnya keikutsertaan masyarakat yang menggunakan hak pilihnya. Di beberapa daerah bahkan angka tak memilih atau golput mencapai lebih dari 50 persen, antara lain di Kota Medan (Sumatera Utara) dan Kota Samarinda (Kalimantan Timur).

"Penyebabnya, antara lain adalah amat terbatasnya ruang gerak para kandidat untuk mensosialisasikan diri dan programnya kepada pemilih. Akibatnya, pemilih pun memiliki informasi yang sangat minim dan mempersulit mereka untuk menentukan pilihan," kata Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung, Minggu (13/12).

Pembatasan yang sangat ketat atas ruang gerak kampanye juga mempersulit para calon kepala daerah penantang. Sebab mereka tentu harus mengimbangi petahana yang sudah bekerja jauh lebih awal.

"Para penantang tidak memiliki ruang dan waktu yang cukup untuk sosialisasi. Hal ini tentu memberikan keuntungan bagi para petahana. Pemilih yang memiliki informasi yang minim punya dua pilihan saja, yaitu memilih petahana atau tidak menggunakan hak pilihnya alias golput," ujar Martin.

Lebih lanjut, Martin berharap agar pembatasan ruang ini bisa diperbaiki pada pelaksanaan Pilkada Serentak berikutnya.

"Harus dirancang lebih baik. Kampanye yang tetap mengindahkan aturan tetapi tidak terlalu dibatasi. Gunanya agar program-program pasangan calon dapat lebih banyak mencapai para pemilih," simpul Martin. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada Serentak
  2. Partai Nasdem
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini