NasDem Sebut Capres Harus Ikut Konvensi, Golkar Tegaskan Sudah Bulat Dukung Airlangga

Selasa, 26 Oktober 2021 18:25 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
NasDem Sebut Capres Harus Ikut Konvensi, Golkar Tegaskan Sudah Bulat Dukung Airlangga ketum golkar airlangga di NTB. ©2021 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Partai Golkar mengajak partai pecahannya untuk berkoalisi di pilpres 2024. Salah satu pecahan partai Golkar adalah NasDem di mana Surya Paloh juga dulu merupakan kader partai beringin.

Partai NasDem pun menegaskan siapapun tokoh yang didukung NasDem untuk pilpres 2024 harus mengikuti konvensi capres. Merespons itu, Politisi Golkar Sarmuji menghargai mekanisme NasDem untuk kompetisi pilpres.

"Masing-masing partai pasti memiliki cara untuk memenangkan kontestasi. Kita menghargai cara masing-masing partai," katanya lewat pesan tertulis, Selasa (26/10).

Sarmuji menegaskan, bagi Golkar, Airlangga sebagai calon presiden sudah menjadi kebulatan tekad. Sebab, calon yang diusung Golkar benar-benar ingin menang di pilpres 2024.

"Lebih dari itu kita meyakini sosok Pak Airlangga memiliki kemampuan paripurna untuk memimpin bangsa ini dengan segala problemnya," kata Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini.

Sarmuji mengaku, Golkar mengusung Airlangga bukan untuk kepentingan partai pribadi. Melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Jadi kita ingin menjadikan Pak Airlangga sebagai presiden bukan hanya untuk kepentingan Golkar tetapi untuk kepentingan bangsa," pungkasnya.

Diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan, ajakan Golkar mengumpulkan partai pecahannya untuk berkoalisi bukan untuk kepentingan bangsa jika diberi syarat harus mengusung Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. Ajakan tersebut kata Ali, hanya demi kepentingan Golkar.

"Jangan mengimbau berkumpul alumni Golkar, tetapi memberikan syarat ketua umum Golkar harus jadi presiden, yah itu bukan kepentingan bangsa itu, itu kepentingan Golkar," ujar Ali di DPR RI, Selasa (26/10).

Sebelumnya ajakan itu muncul dari pernyataan Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia yang menginginkan partai alumni Golkar bersatu kembali ke partai beringin itu. Kata Doli, kemungkinan koalisi alumni Golkar bisa terjadi karena ada kesamaan platform.

Namun, Ali tidak sepakat dengan syarat yang diberikan oleh Golkar untuk mengusung Airlangga sebagai capres. NasDem menawarkan konvensi untuk melakukan rekrutmen calon presiden. NasDem mencari partai untuk berkoalisi dan menggelar konvensi.

"Kalau mau kita kan NasDem menawarkan, ayo kita berkoalisi lebih awal, kita bukan, kita open, yang kemudian melakukan rekrutmen calon presiden," kata Ali.

Diberitakan, Partai Golkar membuka pintu koalisi dengan partai manapun. Salah satunya dengan partai-partai pecahan atau alumni dari Partai Golkar.

"Jadi siapa saja kita masih terbuka ya apalagi kita pernah memang punya sejarah bersama misalnya dengan partai-partai tadi dulu pernah bersama sama di Golkar," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia pada seminar daring nasional bertajuk 'Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004-2024', Sabtu (16/10). [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini