NasDem Melunak, Gerindra Masuk Kabinet Jokowi Dinilai Bukan Ancaman

Senin, 21 Oktober 2019 11:55 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
NasDem Melunak, Gerindra Masuk Kabinet Jokowi Dinilai Bukan Ancaman Surya Paloh dan Jhonny G Plate. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengumumkan komposisi dan nama-nama menteri yang akan membantunya selama periode kepemimpinan 2019-2024. Beberapa tokoh mulai berdatangan ke Istana Negara.

Proses penyusunan kabinet juga diwarnai makin kencangnya isu bergabungnya Partai Gerindra dan Demokrat dalam kabinet Jokowi. Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate melihat itu bukan sebuah ancaman. Dia berkaca pada pernyataan Jokowi, untuk menjadi bangsa pemenang perlu memperkuat diri.

"Kalau itu tentu saya tidak bisa komentari, sebelum mengetahui keputusan bagaimana keputusan Presiden. Pasti ada plus dan minus. Sikap NasDem yang utama adalah solidaritas kita sebagai bangsa, kekuatan kita sebagai bangsa," ujar Johnny di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/10).

Johnny menegaskan sikap NasDem mendukung silaturahmi diantara para pemimpin partai politik. Khusus teknis kabinet, NasDem menghargai apapun keputusan Presiden.

"Sekarang waktunya kita bersama-sama menjemput kabinet Jokowi yang akan diumumkan ini agar bersama-sama bergerak maju mencapai cita-cita bersama, Indonesia sukses, Indonesia menjadi bangsa pemenang" katanya.

Partai NasDem mengharapkan Presiden Jokowi segara mengumumkan kabinet kerja yang baru untuk dapat mencapai visi dan misi yang sudah disampaikan pada pelantikan Presiden kemarin.

"Pak Jokowi kemarin mengingatkan kita punya target seabad Indonesia, 2045 untuk menjadi bangsa dengan kekuatan GDP kelima terbesar di dunia, USD 7 triliun itu tidak main-main dengan penghasilan Rp 320 juta perkapita pertahun. Ini kan tantangan bersama kita dan harus disiapkan dari sekarang itu" ucapnya.

Sebelumnya, Nasdem menjadi salah satu partai yang mengisyaratkan penolakan masuknya Gerindra dalam kabinet. Johnny G Plate pernah menuturkan, ada sejumlah kendala jika Partai Gerindra bergabung dalam pemerintahan. Salah satunya adalah perbedaan visi misi selama kampanye Pilpres 2019 antara kubu koalisi Indonesia Kerja dengan koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

Johnny juga pernah menilai, kecil kemungkinan Presiden Jokowi memadukan partai oposisi ke kabinet pemerintahan periode 2019-2024. Dia yakin Jokowi tahu bagaimana cara memosisikan partai oposisi.

Dia juga mengingatkan dampak negatif bagi demokrasi jika Partai Gerindra masuk ke dalam koalisi pemerintahan. Hal yang jauh lebih berbahaya adalah oligarki kekuasaan. Menurut Plate, tak ada pihak yang mengharapkan munculnya oligarki kekuasaan, termasuk Jokowi. Karena akan membahayakan negara. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini