NasDem mau wakil Ridwan Kamil dipilih lewat konvensi, tim sudah dibentuk

Rabu, 29 November 2017 11:59 Reporter : Aksara Bebey
Ridwan Kamil. ©2017 Merdeka.com/Dian Rosadi

Merdeka.com - Pemilihan wakil gubernur untuk Ridwan Kamil akan diputuskan melalui konvensi. Tujuannya untuk menghindari konflik antar partai koalisi dan sistem 'kawin paksa'.

Sekretaris Bappilu DPP NasDem, Willy Aditya menyebut, pihaknya saat ini menyusun panitia kecil untuk merumuskan mekanisme pemilihan.

"Sudah dikomunikasikan dengan Kang Emil (Ridwan Kamil), dia setuju. Sekarang ini sedang diformulasikan skema konvensinya, agar tidak kawin paksa macam Siti Nurbaya," ujar Willy saat dihubungi, Rabu (29/11).

Peserta konvensi tidak hanya sebatas partai pengusung saja. Willy mengaku, partainya masih terbuka jika ada partai lain yang ingin bergabung.

Seperti diketahui, saat ini Ridwan Kamil didukung sejak awal oleh NasDem. Seiring perjalanan, PPP dan PKB ikut bergabung dalam koalisi. Partai Golkar kemudian mengisi slot.

Sejauh ini, kader PPP Uu Ruzhanul Ulum dan kader Partai Golkar, Daniel Muttaqien yang disorongkan untuk dampingi Emil. PKB juga demikian, menyodorkan Syaeful Huda dan Maman Imanulhaq untuk duet dengan Emil.

"Kita masih terbuka. Masing-masing partai boleh mengajukan wakil. Konvensi ini tentu mencari yang terbaik. Kami tidak ingin cara peta konflik. Kalau begitu yang rugi Emil (Ridwan Kamil) sendiri," terangnya.

Rencananya, konvensi akan berlangsung pada pertengahan Desember ini. "Kita masih jauhlah (menentukan wakil Ridwan Kamil). Makanya, ini barang kita konvensikan agar Emil bekerja dengan matang, sosialisasinya masif, infrastruktur pemenangannya lebih terkonsolidir," pungkasnya.

Willy juga meminta partai pendukung Ridwan Kamil tidak mendesak agar segera tentukan pendamping. Pernyataan itu merupakan reapon terhadap Golkar Jabar yang meminta Emil memilih wakilnya segera.

Willy mengaku komunikasi NasDem dengan PKB dan PPP sebagai mitra koalisi masih berjalan baik. Golkar yang datang belakangan disebut harus menghargai koalisi yang sudah dibangun sejak awal.

"Kalau Golkar mendukung, kami terbuka. Tapi, kalau mengajukan wakil, harus ada tata krama. Harusnya ikut dinamika. Golkar juga enggak bisa mendukung Emil (Ridwan Kamil) sendiri. Dari awal NasDem, PKB, PPP sudah berkomunikasi dengan intens," ucapnya.

Disinggung mengenai pemasangan baligo Ridwan Kamil bersama Setya Novanto yang dipasang Partai Golkar beberapa waktu lalu, Willy mengaku tidak terlalu khawatir hal itu bisa merusak citra. Novanto kini telah ditahan KPK karena kasus korupsi e-KTP.

"Kalau khawatir sih ngga. Kami khawatirnya kalau ada kawin paksa. Tapi, hal itu menjadi pertimbangan. Politik ini kan yang harus dihindari adalah image negati," pungkasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.