NasDem Lakukan Konvensi Capres Jika Koalisi Sudah Terbentuk

Kamis, 14 Oktober 2021 13:18 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
NasDem Lakukan Konvensi Capres Jika Koalisi Sudah Terbentuk Kampanye Partai NasDem di Surabaya. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai NasDem akan menggelar konvensi calon presiden 2024 pada tahun 2022 mendatang. Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, tidak ingin konvensi yang digelar hanya untuk pencitraan atau peningkatan elektabilitas saja.

Ali mengharapkan konvensi sungguh-sungguh untuk mencari calon pemimpin. Bukan lucu-lucuan atau abal-abal yang hanya sekadar menaikkan popularitas partai.

Oleh karena itu, kata Ali, Ketua Umum NasDem Surya Paloh menginginkan konvensi dilakukan dengan syarat bahwa Partai NasDem sudah memiliki mitra koalisi.

"Konvensi adalah ajang mencari pemimpin negeri ini, kader terbaik yang dimiliki bangsa ini. Maka, prasyarat itu (koalisi) harus terpenuhi," ungkap Ahmad Ali dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/10).

Dia menjelaskan, Surya Paloh diberikan amanat penuh oleh NasDem untuk menentukan arah koalisi. Sebab, Paloh merupakan ketua umum yang punya kewenangan dan otoritas menentukan koalisi yang akan dijalani.

Ali melanjutkan, ketika koalisi sudah terbentuk, maka bukan lagi konvensi Partai NasDem melainkan konvensi koalisi. Dia memprediksi konvensi akan lebih menarik kalau sudah memenuhi syarat pencapresan.

Kata Ali, banyak tokoh bangsa dan anak negeri yang punya komitmen dan integritas melihat Indonesia lebih baik ke depan. Tetapi terkendala karena tidak memiliki partai politik.

Menurutnya, kendala tersebut harus difasilitasi oleh Partai NasDem. Sehingga tidak dimonopoli oleh kader dari partai politik saja.

"Budayawan, akademisi, aktivis, silakan saja. Kita tidak bisa mengklaim bahwa hanya orang partai yang terbaik atau berhak membangun negeri ini. Semua anak negeri punya hak yang sama membangun negeri ini," ujar Ali.

Ketua Fraksi Partai NasDem itu membeberkan, kriteria umum capres kriteria partai mitra koalisi NasDem adalah ideologi. Dia bilang, secara ideologi semua partai di Indonesia sama dan paling penting punya komitmen menjadikan Indonesia lebih baik.

"Itu bukan bentuk lisan atau retorika, tapi dalam kehidupan sehari-hari kan kita bisa deteksi mana partai politik yang punya arah sama dengan Partai NasDem," pungkas Ali.

Untuk diketahui, pada Pemilu 2019 Partai NasDem meraih 9,05 persen atau 12.661.792 suara. NasDem membutuhkan satu hingga dua partai untuk memenuhi syarat presidential treshold sebesar 20 persen parlemen atau 25 persen perolehan suara. [lia]

Baca juga:
Politikus PDIP: Prabowo dan Airlangga Harus Cari Koalisi untuk Jadi Capres
Demokrat Harap Pilpres 2024 Tidak Hanya Diikuti Dua Paslon
Sandiaga Potensial, Tapi Gerindra Tetap Ngotot Capreskan Prabowo di 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini