NasDem Kaji Wacana Jabatan Presiden Menjadi 3 Periode

Selasa, 26 November 2019 14:03 Reporter : Ahda Bayhaqi
NasDem Kaji Wacana Jabatan Presiden Menjadi 3 Periode saan mustopa. ©2017 Merdeka.com/andrian salam

Merdeka.com - Sekretaris Fraksi NasDem Saan Mustofa mengatakan, pihaknya tengah mengkaji amandemen menyeluruh UUD 45. Salah satunya adalah wacana penambahan masa jabatan presiden.

Sehingga, Saan berkilah belum ada sikap resmi politik partai Nasdem untuk wacana penambahan masa jabatan presiden. Dia berharap hal tersebut sudah ada sebelum masa sidang kedua.

"Jadi kita mewacanakan itu ke publik dan kita sedang menyerap, sikap publik seperti apa soal GBHN, soal MPR, soal masa jabatan presiden. Bahkan terkait juga soal bagaimana sikap publik terkait dengan pemilu yang 2019 kemarin itu yang antara pileg dan pilpres disatukan," jelas Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (26/11).

1 dari 1 halaman

Alasan NasDem

NasDem melihat penambahan masa jabatan presiden bukan soal jumlah. Tetapi bagaimana masa jabatan ini dihubungkan dengan proses pembangunan.

"Jadi misalnya gini kalau kita punya seorang presiden yang baik, yang hebat, ternyata misalnya programnya belum selesai, tiba-tiba masa jabatannya habis, kan sayang. Ketika berganti akan ganti kebijakan, kesinambungannya kan terhenti," jelasnya.

Ketua NasDem Jabar itu bilang, karena alasan tersebut muncul wacana untuk menambah masa jabatan presiden satu periode lagi.

"Makanya ada wacana kenapa kita enggak buka wacana satu periode lagi menjadi tiga periode," ucap Saan. [ray]

Baca juga:
Pimpinan MPR Sambangi DPP PKS, Bahas Amandemen Terbatas UUD 1945
Pimpinan MPR akan Sambangi PKS untuk Minta Pandangan Soal Amandemen UUD 1945
Puan Soal Wacana Masa Jabatan Presiden Diperpanjang: Jangan Mundur ke Belakang
Jokowi Tak Berpikir Tambah Masa Jabatan Presiden
Djarot Nilai Penambahan Masa Jabatan Presiden Bisa Kembali ke Zaman Orba
PKS: Ide 3 Periode Jabatan Presiden Berbahaya Bagi Reformasi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini