NasDem: Jangan Ajak Alumni Berkumpul Tetapi Syaratkan Ketum Golkar Jadi Presiden

Selasa, 26 Oktober 2021 15:52 Reporter : Ahda Bayhaqi
NasDem: Jangan Ajak Alumni Berkumpul Tetapi Syaratkan Ketum Golkar Jadi Presiden Waketum NasDem Ahmad Ali. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan, ajakan Golkar mengumpulkan partai sempalannya untuk berkoalisi bukan untuk kepentingan bangsa jika diberi syarat harus mengusung Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. Ajakan tersebut kata Ali, hanya demi kepentingan Golkar.

"Jangan mengimbau berkumpul alumni Golkar, tetapi memberikan syarat ketua umum Golkar harus jadi presiden, yah itu bukan kepentingan bangsa itu, itu kepentingan Golkar," ujar Ali di DPR RI, Selasa (26/10).

Sebelumnya ajakan itu muncul dari pernyataan Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia yang menginginkan partai alumni Golkar bersatu kembali ke partai beringin itu. Kata Doli, kemungkinan koalisi alumni Golkar bisa terjadi karena ada kesamaan platform.

Namun, Ali tidak sepakat dengan syarat yang diberikan oleh Golkar untuk mengusung Airlangga sebagai capres. NasDem menawarkan konvensi untuk melakukan rekrutmen calon presiden. NasDem mencari partai untuk berkoalisi dan menggelar konvensi.

"Kalau mau kita kan NasDem menawarkan, ayo kita berkoalisi lebih awal, kita bukan, kita open, yang kemudian melakukan rekrutmen calon presiden," kata Ali.

Menurut NasDem, melalui konvensi akan mendorong tokoh di luar partai politik yang berintegritas menjadi presiden. Ali mengatakan, kalau memang untuk kepentingan bangsa, NasDem menawarkan partai lain berkoalisi melalui jalur konvensi ini.

"NasDem berani menawarkan kepada partai politik yang betul-betul jujur melihat kepentingan bangsa. Ayo NasDem, kami terbuka berkoalisi dengan siapa saja, kemudian kita bersama-sama mencari calon presidennya," kata Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini.

Diberitakan, Partai Golkar membuka pintu koalisi dengan partai manapun. Salah satunya dengan partai-partai pecahan atau alumni dari Partai Golkar.

"Jadi siapa saja kita masih terbuka ya apalagi kita pernah memang punya sejarah bersama misalnya dengan partai-partai tadi dulu pernah bersama sama di Golkar," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia pada seminar daring nasional bertajuk 'Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004-2024', Sabtu (16/10). [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini