NasDem: Bukan Anies yang Buat Polarisasi, tapi Orang Lain

Rabu, 29 Juni 2022 15:54 Reporter : Alma Fikhasari
NasDem: Bukan Anies yang Buat Polarisasi, tapi Orang Lain Anies Baswedan. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) NasDem Ahmad Ali merespon soal penilaian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dapat memicu polarisasi pada Pemilu 2024. Ia menilai Anies bukan tokoh yang bisa membuat polarisasi kehidupan beragama di Indonesia.

Diketahui, Anies Baswedan merupakan salah satu tokoh yang diusung Partai NasDem sebagai bakal calon presiden (capres) di Pemilu 2024.

“Bukan Anies, tapi orang lain yang membuat polarisasi. Karena Pemilu itu kami selalu berpikir mencari pemimpin untuk menyelesaikan permasalahan kebangsaan,” kata Ahmad Ali, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (29/6).

Lebih lanjut, dia meyakini polarisasi yang sebelumnya terjadi di DKI Jakarta 2017 bukanlah kesalahan Anies Baswedan. Bahkan Ali menilai, Anies kemungkinan dimanfaatkan dalam Pemilu 2019 untuk meraih suara dengan cara menimbulkan polarisasi antar umat beragama.

Pada Pilpres 2019 lalu, dua pasangan calon yang maju yakni Prabowo-Sandiaga dan Jokowi-Ma’ruf. Yang mana pada saat itu Prabowo mendapat banyak dukungan beberapa kelompok yang juga menjadi basis massa Anies Baswedan.

Ali mengungkapkan, pihaknya menilai Anies sebagai salah satu figur moderat. Pasalnya dalam penilaian Nasdem, Anies berhasil menjaga kerukunan umat beragama dalam lima tahun terakhir.

“Kemungkinan Anies hanya dimanfaatkan beberapa pihak, tapi Nasdem melihat bahwa Anies ini salah satu figur moderat karena selama dia menjabat gubernur hampir 5 tahun, dia mampu menjaga kerukunan umat beragama,” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Beberapa kebijakan Anies juga menjadi penilaian Nasdem dalam mengusung kandidat sebagai bakal capres di 2024.

Ali pun menegaskan bahwa Anies bukanlah sosok yang menimbulkan polarisasi, terlihat beberapa kebijakan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta seperti memudahkan pembangunan gereja, serta memudahkan umat islam beribadah merupakan poin penting yang harus dilihat dari Anies.

“Kami lihat kebijakan-kebijakan pemerintah DKI tidak mendiskreditkan atau berpihak pada satu golongan, tapi berlaku untuk memfasilitasi semua golongan yang ada di DKI,” ujar Ali.

Sebelumnya pengamat politik Muhammad Qodari menilai ada potensi terjadi polarisasi ekstrem dalam Pemilu 2024.

Kemungkinan besar di 2024 nanti, Qodari menilai pemilu akan berlangsung dua putaran, mengingat sejumlah sosok calon presiden tidak ada yang terlalu menonjol.

Qodari mengatakan, nantinya akan ada politik identitas dengan memanfaatkan PA 212 dan penceramah kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS). Sementara PA 212 sejak 2017 lalu menunjukan sinyal kedekatan dengan Anies Baswedan.

"Mana pun pasangan yang akan bertarung di putaran kedua, pasti dimanfaatkan oleh yang akan bekerja sama dengan kelompok-kelompok identitas seperti PA 212 dan ustaz seperti UAS," tutur Qodari. [fik]

Baca juga:
NasDem Puji Anies: Gubernur DKI Tegas Tegakkan Aturan, Tutup Holywings karena Miras
Anies Ganti 22 Nama Jalan, Pemprov DKI Jemput Bola Layani Ubah Data Kependudukan
Melihat Kondisi Holywings Usai Izin Usaha Dicabut Pemprov DKI
Holywings Ditutup, Wagub DKI Tawarkan Karyawan Ikut Program Pengentasan Kemiskinan
CEK FAKTA: Tidak Benar Foto Anies Sedang Dengarkan Keluhan Warga yang Terlilit Utang
Anies, Ganjar, Erick Thohir hingga Khofifah Masuk Bursa Capres PAN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini