Munaslub Golkar di tangan Aburizal Bakrie dan Agung Laksono

Kamis, 16 November 2017 16:01 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Munaslub Golkar di tangan Aburizal Bakrie dan Agung Laksono Setnov di peresmian pembangunan gedung Panca Bakti. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Para senior Partai Golkar tengah merapatkan barisan untuk melakukan upaya pelengseran Setya Novanto dari kursi ketua umum. Namun, masih ada dua senior yang dinilai tak ingin Golkar gelar Munaslub, dia adalah Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono.

Wasekjen Partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan, posisi senior-senior seperti Akbar Tanjung, Jusuf Kalla dan BJ Habibie sudah pasti ingin pergantian ketua umum. Hanya tinggal Ical dan Agung Laksono saja.

"Ya tinggal Pak Aburizal dan Agung Laksono, kalau Pak Akbar, Pak JK kan sudah jelas. Pak Habibie lebih cenderung memberikan apa namanya mendukung pendapat. Tinggal Agung Laksono dan Pak Ical, kalau Pak Agung dan Pak Ical setuju, ya sudah kita Munaslub," kata Ridwan saat dihubungi merdeka.com, Kamis (16/11).

Ridwan memahami bahwa gelaran Munaslub bisa dilakukan atas usulan DPD I Golkar. Tapi menurut dia, hal itu jika keadaan Golkar tak sedang genting. Saat ini, kata dia, Golkar sudah hampir karam dan harus dilakukan penyelamatan segera.

Dia menawarkan solusi, Ical, Agung Laksono, JK, BJ Habibie dan Akbar Tanjung duduk bareng membahas munaslub. Jika semua setuju, maka tinggal mencari angka 2/3 DPD I Golkar yang usulkan Munaslub.

"Usulan DPD itukan kita bicara sesuatu yang normal, kita tahu AD/ART, kita mengerti itu, kita jangan berkelit di AD/ART, kita semua ngerti, tapi ini keadaan darutan, hilang ketua umum ini, kalau sudah darurat, maka tahapannya, kalau lima orang ini (senior Golkar) mengatakan 1000 persen setuju Munaslub, maka DPD I saya yakin juga semua akan setuju," kata Ridwan.

Menurut dia, Golkar keburu karam jika Munaslub digelar harus menunggu usulan DPD I. Oleh sebab itu, kata kunci digelar munaslub hanya tinggal melihat sikap Ical dan Agung Laksono yang selama ini disebut berada di kubu Setya Novanto.

"Ini mau karam, sudah menuju kekaraman, habis itu diskusi, ya masuk sudah hanyut dia, kita bikin kesepakatan, kita Munaslub habis itu lihat konstitusionalnya 2/3 DPD I, hei setuju enggak 2/3 DPD I, kalau 100 persen setuju kan selesai,"

Ridwan juga menekankan, tidak perlu Golkar menggelar munaslub yang mewah. Yang diundang cukup ketua dan sekretaris pengurus yang memiliki hak suara di Munaslub. Sehingga, biaya yang dikeluarkan pun tak tinggi.

"Setelah itu bikin kabinet baru, semua solid, nanti kita gerakan melalui kelompok kerja, kepengurusan kecil saja," tutup Ridwan. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini