Minta Warga Yogyakarta Tak Golput, Ma'ruf Amin Ajak Coblos Pakaian Putih

Kamis, 28 Maret 2019 15:57 Reporter : Merdeka
Minta Warga Yogyakarta Tak Golput, Ma'ruf Amin Ajak Coblos Pakaian Putih Maruf Amin. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin menyambangi Pondok Yayasan Nur Iman, Mlangi, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (28/3). Kedatangan mantan Ketua MUI ini untuk menghadiri istigasah dan deklarasi kiai-santri untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Ma'ruf meminta warga Yogyakarta ikut menyukseskan Pemilu 2019 dengan menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019. Ma'ruf meminta warga tak terpengaruh oleh orang-orang yang mengajak Golput. Dia pun mengajak warga menggunakan baju putih ke TPS pada 17 April nanti.

"Jangan terpengaruh oleh orang-orang yang mengajak golput, jangan takut dengan ancaman-ancaman atau intimidasi apapun. Nanti tanggal 17 April, kita ke TPS, pakai baju putih, coblos yang pakai pakaian putih-putih (Jokowi-Ma'ruf)," kata Ma'ruf kepada ribuan warga yang hadir dalam Deklarasi Kiai Santri untuk Pemenangan 01, di Lapangan Mlangi.

Ma'ruf juga mengingatkan warga DIY sebagai warga cerdas dan berbudaya, agar tidak mudah terpengaruh oleh sebaran hoaks dan fitnah yang marak belakangan ini.

"Saya juga mohon doa dan dukungannya agar bisa memenangkan Pilpres ini. Bersama Pak Jokowi, kita ingin Indonesia maju. Kita bangun infrastrukturnya, bangun juga manusia nya. Agar manusianya punya semangat fastabiqul khairat dan mau bersama menjaga NKRI," katanya.

Targetkan 70 Persen Suara di Yogyakarta

Ma'ruf menyebut jika wilayah DIY merupakan wilayah yang cukup kondusif untuk pasangan nomor urut 01. Ma'ruf pun optimis jika dirinya dan Jokowi mampu meraih kemenangan di DIY.

Untuk wilayah DIY, pasangan nomor urut 01 ini menargetkan mampu meraih 70 persen suara. Ma'ruf mengungkapkan hingga saat ini, elektabilitasnya telah mencapai 62 persen suara.

"Saya lihat Yogyakarta sudah sangat kondusif. Kalau dari informasi sekarang sudah mencapai elektabilitasnya 62 persen menuju ke 70 persen. Targetnya 70 persen tapi sekarang sudah 62 persen," ujar Ma'ruf.

Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI harus dilakukan. Sebab, ada pihak tertentu yang ingin menggantikan dasar negara. Karenanya, penting untuk menyatukan seluruh elemen bangsa, baik yang mendukung dirinya atau tidak mendukung.

"Supaya tidak ada lagi gesekan di Indonesia, karena ingin membangun keutuhan Indonesia," katanya.

Ma'ruf berjanji jika terpilih akan melakukan perbaikan ekonomi secara keseluruhan, ditambah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) supaya Indonesia semakin maju.

"Dalam mengangkat pemimpin itu hukumnya wajib, kalau kita ingin pemimpin terbaik maka gunakan hak pilihnya," katanya. [dan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini