Meski didukung Amien Rais, Zulkifli belum tentu jadi ketum PAN

Minggu, 1 Maret 2015 15:30 Reporter : Siti Nur Azzura
Meski didukung Amien Rais, Zulkifli belum tentu jadi ketum PAN Amien Rais. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam Kongres IV di Nusa Dua, Bali, Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais secara gamblang menunjukkan dukungannya kepada Zulkifli Hasan sebagai calon ketua umum. Amien juga secara terang-terangan menolak Hatta Rajasa untuk menjadi ketua umum lagi.

Menurut Amien, tak layak ketua umum PAN dijabat selama dua periode. Sebab, regenerasi kepemimpinan di partai amat penting dilakukan. Padahal dalam AD/ART PAN, tidak diatur pelarangan kader PAN menjabat selama dua periode.

Selain itu, Amien juga 'menyerang' Hatta Rajasa yang memilih bertemu dengan Jokowi dan Surya Paloh dari rapat rutin dengan jajaran petinggi Koalisi Merah Putih.

Pengamat Politik Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan Amien memiliki pengaruh besar di PAN. Sebagai pendiri, Amien memiliki hak untuk menentukan kebijakan PAN sesuai dengan pandangannya.

"Saya melihat Pak Amien masih punya pengaruh dalam menentukan kebijakan PAN. Karena beliau pendiri partai sehingga punya pandangan sendiri untuk memajukan partainya," ungkap Adjie ketika dihubungi, Minggu (1/3).

Dengan adanya pengaruh tersebut, menurut Adjie, Amien memiliki peluang untuk mengembosi suara yang dimiliki Hatta. Namun, bukan berarti Zulkifli yang akan terpilih sebagai ketua umum partai periode 2015-2020, karena posisi keduanya sama-sama kuat.

"Meski Zulkifli didukung Pak Amien, tapi masih banyak kader dan pengurus partai yang juga mendukung Hatta. Jadi belum bisa dipastikan siapa yang akan terpilih karena posisi mereka sama-sama kuat. Ini hanya soal pertarungan antara sistem di internal partai dan pengaruh dari tokoh-tokoh partai itu sendiri," tambah Adjie.

Adjie menambahkan, jika Zulkifli yang terpilih sebagai ketua umum, tidak akan perubahan dalam sistem kepengurusan partai PAN. Selain peran ketua umum, masih banyak kader dan pengurus di dalam partai yang memiliki peran penting dalam memajukan partai PAN.

Dia juga mengatakan bahwa setiap partai harus memikirkan cara bagaimana mentransformasikan agar jadi organisasi modern. Sehingga partai harus mengandalkan sistem kerja para pengurusnya, bukan karena pengaruh figur.

"Menurut saya PAN harus menjadi partai yang mengandalkan sistemnya, kadernya jadi jangan sampai menjadi partai yang bergantung oleh suatu figur," tutup Adjie. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini