Menengok Sejarah Gerindra yang Selalu Pilih Jadi Oposisi

Selasa, 2 Juli 2019 06:15 Reporter : Syifa Hanifah
Menengok Sejarah Gerindra yang Selalu Pilih Jadi Oposisi
1. Menjadi Partai Oposisi bersama PDIP

Merdeka.com - Dalam Pileg 2009, Gerindra dilirik PDIP untuk maju dalam Pilpres 2009. Kala itu PDIP mengusung Ketum Megawati Soekarnoputri menjadi capres. Sedangkan wakilnya diisi oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Megawati-Prabowo harus mengakui keunggulan lawannya, SBY-Boediono yang terpilih menjadi presiden dan wakil presiden 2009. Megawati-Prabowo hanya meraup 32.548.105 suara atau 26,79 persen. Sedangkan SBY-Boediono meraih 73.874.562 suara atau 60,80 persen.

Megawati-Prabowo kala itu menerima kekalahannya dan memilih berada di luar kabinet pemerintahan bersama PDIP dan Partai Hanura.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini