Mendagri Minta Influencer Medsos 'Panaskan' Pilkada 2020

Minggu, 5 Juli 2020 06:01 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Mendagri Minta Influencer Medsos 'Panaskan' Pilkada 2020 Mendagri rapat dengan Komisi II DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengajak kaum milenial berpengaruh (influencer) di media sosial turut membantu meramaikan Pilkada serentak 2020. Salah satu tujuannya, agar partisipasi pemilih meningkat meski Pilkada digelar di tengah pandemi Covid-19.

"Kaum milenial semua bergerak, para influencer media sosial bergerak semua. Mainkan saja isu kemampuan daerah dalam menangani daerah masing-masing dan dampak sosial-ekonominya, itu menjadi isu sentral," ujar Tito dalam seminar daring bertemakan ‘Apa yang Baru dari Pemilihan Umum di Masa Normal Baru’ yang disaksikan di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (4/7) malam.

Tito mengharapkan, agar target partisipasi pemilih dalam pilkada serentak bisa mencapai angka di atas 50 persen.

"Target partisipasi, ya jelas kami harapkan di atas 50 persen. Kalau bisa semakin tinggi, semakin baik," ujar Tito

1 dari 1 halaman

Tito juga ingin para influencer memanas-manasi calon kepala daerah soal isu penanganan Covid-19 di daerah.

Tito berharap, hal itu dapat meningkatkan keaktifan calon kepala daerah dalam upaya menurunkan angka penularan Covid-19 di daerah yang semakin meningkat.

"Kita bawa Pilkada kita menjadi isu sentral, dan dorong juga untuk stimulasi ekonomi supaya ada gerakan masif oleh para kontestan, bagi-bagi masker, hand sanitizer, itu pasti akan berpengaruh kepada penurunan kurva yang positif di daerah masing-masing," ujar Tito.

Tito optimistis bahwa perhelatan Pilkada serentak 2020 akan menurunkan kurva penularan Covid-19 di setiap daerah karena semua kontestan Pilkada berupaya berbuat sesuatu untuk daerah pemilihannya.

Dengan permainan isu penanganan Covid-19 di daerah dan dampak sosial-ekonomi oleh para influencer di media sosial, maka isu-isu primordial yang memicu konflik menjadi tertekan.

"Isu masalah kesukuan, kekerabatan. Isu masalah kekerasan, keturunan, dan isu paling sensitif, masalah keagamaan. Ini menjadi tertekan. Karena lebih penting masalah Covid-19 yang menyentuh hajat hidup semua orang," ujar Tito.

Menurut penuturan Ketua KPU Arief Budiman, jumlah pemilih dalam Pilkada 2020 berdasarkan data 9 Juni adalah sekitar 106 juta orang (106.774.112 orang).

Dengan demikian, berarti target pencapaian partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 yang diharapkan Mendagri adalah separuhnya yaitu di atas 53 juta orang (53.387.056 orang). [rnd]

Baca juga:
PSI Gelar Konvensi Lewat Debat Kandidat Untuk Pilkada Surabaya
Demokrat Jamin Tak Bakal Usung Calon Kepala Daerah Pernah Terbelit Narkoba
Bawaslu Awasi Ketat Pilkada Solo agar Tak Jadi Klaster Baru Covid-19
KPU: Data Pemilih Dibuka, Tapi NIK Tak Diberikan Utuh
Dampak Pandemi Covid-19, Anggaran Pilkada Serentak di Sumsel Naik 20 Persen
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Bupati Nonaktif Amril Mukminin Didukung 4 Partai

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini