Menanti 'CLBK' PDIP dan Gerindra di Pilgub DKI

Jumat, 27 Mei 2016 10:02 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Menanti 'CLBK' PDIP dan Gerindra di Pilgub DKI DPD PDIP dan DPD Gerindra Jakarta. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra terlihat kembali mesra jelang Pilgub DKI 2017. Keduanya saat ini tengah melakukan penjajakan koalisi untuk memenangkan pertarungan melawan incumben Basuki T Purnama alias Ahok yang memilih maju lewat jalur independen.

Pada Pilgub 2012 lalu, PDIP dan Gerindra saling bahu membahu memenangkan pasangan Jokowi-Ahok melawan Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (Nara) yang diusung oleh banyak partai. Hasilnya, Jokowi-Ahok memang di putaran kedua melawan Foke-Nara.

Sayang, hubungan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto menjadi senggang ketika menghadapi Pilpres 2014. PDIP lebih memilih jagokan Jokowi-JK, sementara Gerindra menjagokan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

PDIP dan Gerindra saling serang, saling sindir, hingga menyudutkan pribadi satu sama lain dalam kontestasi Pilpres 2014. Hingga akhirnya hubungan keduanya bisa dibilang 'pisah ranjang', termasuk di pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Keadaan diperparah dengan keluarnya Ahok dari Partai Gerindra karena berseteru dengan para kader partai berlambang burung garuda itu di DPRD DKI Jakarta. Sementara hubungan Ahok dan PDIP makin mesra. Ahok kerap terlihat makan bareng dengan Megawati Soekarnoputri. PDIP tegas mendukung kepemimpinan Ahok di DKI. Sementara Gerindra, kerap melakukan kritik dan kecaman keras terhadap Ahok.

Namun rupanya hubungan antara Ahok dan PDIP juga ternodai. Khususnya dalam menghadapi Pilgub DKI 2017. Ahok memilih jalur independen dan menunjuk Heru Budi Hartono sebagai cawagubnya. Sementara PDIP yang dulu diyakini bakal mengusung Ahok, kini tengah mencari siapa lawan terbaik buat mantan Bupati Belitung Timur itu.

Kini PDIP dan Gerindra berwacana bersatu kembali, kedua belah pihak melalui pengurus DPD DKI Jakarta baik Gerindra dan PDIP sudah bertemu.

Dalam pertemuan itu, Gerindra diwakili Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik dan sekretarisnya Husni Thamrin. Sementara dari PDIP, diwakili oleh Plt Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Bambang DH.

Meski berseberangan saat pemilihan presiden 2014, namun koalisi PDIP dan Gerindra kembali bersatu di sejumlah pilkada 2015.

"Tidak jauh-jauh pengalaman pilkada 2015, kita berkoalisi degan gerindra dan menang di 36 daerah pemilihan. Bahkan PDIP berkoalisi dengan 11 parpol. Di pilkada ini kita sangat cair," kata Plt Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Bambang DH di Kantor DPD PDIP DKI Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (26/5).

Ketidakharmonisan saat Pilpres 2014 diyakini hal lumrah. Sebab setiap partai politik pasti memiliki strategi berbeda. "Kemesraan itu, dalam perjalanan ada gesekan berbeda strategi itu wajar. Tapi sehari-hari kita sangat baik," ujar Bambang.

Hal senada diungkapkan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M. Taufik. Bahkan Gerindra memberikan sinyal untuk nostalgia mengulang kemenangan saat Pilkada DKI Jakarta 2012.

"Saya kira bisa diulang yang baik itu. Gerindra dengan PDIP memperoleh kemenangan. Mari kita dukung yang pro kepada rakyat dan beradab.Ini merupakan penghargaan pada rakyat," tutur Taufik.

PDIP dan Gerindra sepakat kembali melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas kembali calon pemimpin yang akan diusung. "Saya akan melaporkan kegiatan ini ke DPP masing-masing. Intensitas pertemuan bukan DPD dan DPC, tapi pucuk pimpinan juga akan bertemu," kata Bambang.

Akankah Cinta Lama Bersemi Kembali 'CLBK' antara PDIP dan Gerindra jelang Pilgub DKI 2017? [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini